Rumah pohon yang menjadi impian ada di depan mata. Sebenarnya bukan rumah pohon yang bearti, tapi penghuni bersurai pink dan kasih sayangnya. Saka merasa tremor dengan rasa gembira. Akhirnya, setelah lama menunggu dia kembali lagi ke rumah pohonnya dan bisa tidur dengan Sakira, melihat senyumnya, perhatiannya. Sakira menoleh ke arah Saka yang terdiam. "Mengapa berhenti, Saka? " tanya Sakira. Dia merasakan tubuh prianya ini bergetar, dan matanya dipenuhi oleh emosi meski wajahnya datar. "Iya. " Akhirnya, Saka masuk ke tempat di mana seluruh ruangan memiliki aroma Sakira. Kasur itu, pekakas itu, lemari itu, semua dipenuhi aroma wanita yang ia rindukan. Sakira merasa lelah, dia meminta Saka menurunkannya di ranjang. Dia membaringkan tubuhnya di kasur yang berasal dari negeri Awan. Lalu

