38

1089 Words

Kasihan sekali... Itu adalah kalimat yang dia tuliskan di w******p untukku. Dia bilang kasihan sekali karena aku tidak bisa menikmati hidupku karena harus berfokus untuk mencari uang dan menghidupi Ambar. Kedengarannya sangat memprihatinkan, tapi sebenarnya aku harus bangga pada diriku karena sejauh ia meninggalkanku aku dan anakku masih tetap makan. Kami tetap berpakaian dengan layak dan hidup kami baik-baik saja. Tuhan telah memberikan ujian dan sedikit demi sedikit aku meniti langkah untuk bisa menapaki semua itu. Aku tidak bisa mencemooh diriku hanya karena ucapannya yang mempengaruhi mental ini. Aku harus makan pada diriku dan menyemangati perasaan yang hampir jatuh ini. "Akan kujadikan hinaannya sebagai motivasi untuk bekerja lebih giat dan menghasilkan banyak uang." Begitu teka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD