26

1033 Words

Kuhadiri persidangan di mana itu juga didatangi oleh Indra dan keluarganya. Sayangnya karena aturan sidang yang ketat jadi yang masuk Hanya Aku Dan Dia saja ke dalam ruangan untuk menemui majelis hakim yang sudah bersiap untuk menangani masalah kami. "Apakah Pak Indra dan ibu Nadira sudah yakin?" Tanya hakim ketua yang menanyai kami dengan wajah serius. "Ya, saya dan Nadira sepakat pisah," balasnya lancar. "Apakah anda sudah mempertimbangkan perihal keutuhan keluarga dan bagaimana nasib anak Anda kedepannya?" "Sudah, dan saya tetap mau cerai!" "Bagaimana Ibu Nadira?" "Ya, Saya menggugat beliau karena sudah tidak tahan lagi." "Baiklah, kalau begitu," jawab Majelis Hakim. Kelihatannya tidak ada yang perlu dipertanyai atau dibicarakan lagi karena kami berdua memang sepakat untuk tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD