"Astaga kau sudah gila Nadira, perbuatanmu bisa dilaporkan ke kantor polisi andai Intan sadar dan menuntutmu, tapi tenanglah Aku akan berusaha agar dia tidak melakukan semua itu. Untuk sementara kau bisa kabur jika kau mau, agar keluarganya tidak mencarimu," ucap Mas Indra sambil menggotong istrinya ke mobil. "Aku tidak akan kemana-mana, tidak akan pernah, lagi pula aku tidak menyulit pertengkaran atau berusaha menyerangnya lebih dahulu. Dialah yang menyerangku," jawabku sambil mengusap wajah, tertawa sinis lalu masuk ke dalam rumah. Kulihat mobilnya meluncur pergi dari jendela kaca, aku hanya tersenyum petir sambil berusaha menata perasaanku dan rencanaku bagaimana cara menghadapi keluarganya Andai mereka datang menyerangku suatu saat nanti. Herannya tidak terbesit sedikitpun perasaan t

