bagian terpenting dari masalah yuni saat ini adalah ingin kembali ke tempat tinggalnya,
karena melamun mengingat kelakuan pamannya dia tidak sengaja menyentuh wajan yang entah sudah berapa lama di atas kompor,
" aw panas panas, "
kata yuni sambil mengusap tangannya yang panas itu,
rayen melihat dirinya seperti itu dia hanya tersenyum dan bertanya,
" jika kamu memang tidak pandai masak, mengapa tidak jujur dari awal kan aku tidak memaksa tadi, sudahlah biar aku sendiri yang turun tangan"
rayen lalu sedikit menggeser yuni dan mematikan kompor,.
tempat yang di tinggali rayen ini jika di lihat dari liar, hanya akan terlihat seperti goa yang sangat menakutkan,
itu semua rayen yang memodifikasi agar serigala yang lain tak akan ada yang tahu, termasuk ayahnya.
tapi di dalam fasilitas hampir semua ada,
tapi namanya juga serigala, tempat itu hanya ia gunakan untuk melepas kelelahan yang iya rasakan jika sudah selesai berlatih.
Rin adiknya sangat tidak suka dengan kebisingan meski ia adalah serigala,
beberapa tahun ini dia sudah sangat lincah dalam berlatih ilmu beladiri, dia tidak ingin seperti ibunya mati dalam keadaan tidak berdaya, dan usahanya dalam berlatih adalah untuk membela diri dan juga membalaskan kematian ibunya.
***
ayah rayen sangat emosi saat ini,
dia hanya tidak menyangka anaknya sangat lambat dalam menjalankan apa yang ia perintahkan,
rayen tiba-tiba datang, tapi tanpa mendapat pertanyaan dari ayahnya rayen langsung mendapat sebuah tamparan yang membuat darah di sudut bibirnya keluar.
" rayen, mengapa kamu bisa selamat ini dalam tugas! apakah kamu tidak mendengar apa yang aku perintahkan tadi? hutan ini sudah kamu kuasai setiap sudutnya, hanya mencari seorang wanita saja kamu bahkan tidak bisa! " ayah rayen abraham berbicara dengan mata yang hampir keluar,
" ayah, aku... "
" kamu apa ! jangan coba-coba melakukan kesalahan hanya dengan masalah sepele, aku memberi tugas padamu agar kamu nantinya bisa menjadi ketua, jangan membuat aku menjadi murka dan membunuh kamu rayen" terlihat abraham sangat marah,
tak ingin meladeni kemarahan ayahnya, rayen merasa tidak akan menang jika berdebat dengan ayahnya,
dia hanya berubah menjadi serigala dan melompat dari tempat ayahnya itu,
meski ayahnya sedang marah padanya tapi itu hanya sebatas kemarahan biasa saja, dia sudah kehilangan istrinya tentu tak ingin kehilangan Anak-anaknya.
"rayen, ayah belum selesai berbicara "!!
abraham berteriak dan di dengar oleh para serigala di tempat itu,
dia tidak perduli dengan tatapan mereka semua.