bab 6

402 Words
ibu Tio sebenarnya masih hidup hingga saat ini, tapi karena mendengar dari ayah alisa bahwa ibunya tidak pernah menginginkan dirinya, maka Tio pun mulai saat itu hingga kini, dia tidak pernah lagi memiliki perasaan ingin mencari ibunya. di juga berubah menjadi pribadi yang sangat kasar dan pendendam. rayen mencoba menyusuri arah dimana ia menemukan yuni tadi, tapi di sana hanya terlihat sisa-sisa puntung rokok. " mengapa aku selalu tak mendapat kesempatan untuk menemui atau sekedar melihat tampang dari lelaki pemburu itu, aaa, sial" rayen mengacak-acak rambutnya karena kesal. adik rayen yang mendengar pengumuman dari ayahnya tadi, dia teringat dengan wanita yang ia lepaskan pakaiannya tadi, " mungkin wanita itu... " gumam adik rayen, " wanita siapa? " Tiba-tiba ada suara yang berusaha menggali informasi dari adik rayen, itu ternyata suara dari teman-teman rayen yang ingin mendapatkan wanita itu, mereka memang berharap segera menemukan pemburu itu, " ah, tidak aku hanya menerka saja, karena.. awalnya aku menemukan wanita tua di hutan ini dan dia tidak mungkin kekasih yang di maksud oleh ayahku, " jawab adik rayen. karena adik rayen merupakan anak ketua mereka, mereka pun terpaksa harus mencari lagi dan tidak mungkin memaksa wanita itu untuk berbicara, mereka sedikit takut karena kemampuan adik rayen ini juga bisa di akui. rayen akhirnya memutuskan untuk kembali kedalam rumahnya sekaligus melihat wanita tadi, " halo anak muda, kamu sedang melakukan apa di hutan seperti ini? bukankah kamu tahu jika di area ini sangat banyak sekali Serigala? " kata Tio yang melihat rayen berjalan sendiri di dalam hutan, " tidak, aku hanya... sedang piknik di dekat sini, " jawab rayen sambil menatap lelaki setengah berumur itu, " oh benarkah,? mengapa aku merasa jika kamu sedang berbohong sekarang" ungkap Tio dengan tatapan curiga pada rayen. "sungguh aku sedang piknik di tempat ini, dan... apa itu? " sambil menunjuk ke arah belakang Tio, rayen langsung kabur dari sana, baginya kali ini sangat beruntung sudah dapat melihat wajah manusia yang telah membunuh saudaranya. " oh, baiklah aku telah melihatmu sekarang, tidak akan aku Sia-siakan lain kali" rayen lalu masuk kedalam rumahnya untuk melihat yuni. saat masuk kedalam goa, rayen sedikit terkejut ada adiknya di sana, entah sudah berapa lama ia tiba. " sedang apa kamu di sini Rin? " tanya rayen yang tiba-tiba mengganggu dia wanita yang sedang mengobrol itu, rayen sebenarnya suka dengan kedekatan mereka dia tidak menyangka adiknya Rin bisa akrab padahal dia terkenal dengan pribadinya yang galak.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD