bab 3

504 Words
karena lamaran itulah membuat hati Tio tiba-tiba merasakan ketidak relaan dirinya, yang paling menyakiti hati Tio adalah, dimalam alisa akan menikah dengan Diman, Tio masuk kedalam ruangan tempat alisa di dandani, Tio tiba-tiba masuk dan mengatakan cinta pada alisa dan mengajak dirinya dan alisa kabur ketempat yang jauh, tapi alisa hanya berkata " Tio, meskipun kenyataanya kamu bukan saudara aku, bagiku kamu adalah kakak aku selamanya, bisa menjaga aku dengan baik adalah hal yang sangat berarti dalam hidupku, sampai kapanpun aku akan berutang padamu karena hal itu, tapi... jika perasaan itu di ganti menjadi cinta... aku benar-benar sangat menyesal karena sedikitpun aku tidak pernah ada rasa itu selain perasaan saudara kakak dan adik" kata alisa, tentu kata- kata itu setelah keluar dari mulut alisa, Tio hanya mencoba tersenyum dan pergi dari tempat itu, dia pun tidak muncul di acara pernikahan alisa, hingga alisa hamil dan saat dia akan meninggal dunia, Tio tidak pernah lagi muncul di hadapan alisa dan suaminya karena rasa kecewa yang ia miliki. hingga saat yuni lahir dan ibunya meninggal, Tio lalu mulai sedikit menerima kenyataan jika wanita yang ia cintai sudah tiada dan hanya tersisa anaknya. karena alisa telah tiada maka kebencian Tio di tumpukan pada Diman ayah yuni, sambil menunggu yuni sedikit lebih besar lagi Tio memulai rencana jahatnya, setiap hari selalu memasukkan obat perusak syaraf untuk ayah yuni hingga membuat dia menjadi lumpuh, meski begitu dia masih kuat hingga saat ada lamaran untuk putrinya yuni, setelah menyetujui pernikahan yuni dengan lelaki kota, Tio sangat marah dan menambahkan sedikit lebih banyak obat yang biasa ia gunakan, tidak menunggu lama ayah yuni merasakan sesak nafas dan dia di nyatakan meninggal akibat sakit jantung, Tio sedikit kaget dan takut, karena itu dia sekarang telah di cap menjadi pembunuh, dan juga saat ayah yuni mati, yuni sudah dua hari hilang. ... Tio sangat bersemangat dengan kematian ayah yuni, tapi yuni tidak tahu jika pamannya menyekapnya adalah karena Tio jatuh hati pada dirinya, Tio bahkan sudah seperti kerasukan setan menganggap bahwa yuni adalah alisanya, cinta semu. yuni masih berjalan sempoyongan karena kakinya mulai lemas sekarang, dia bahkan merasa putus asa menyusuri hutan mencari jalan keluar. saat sedang tidak berhati-hati yuni jatuh terguling-guling karena tanah di sana menjadi semakin licin, Kepala yuni akhirnya terbentur baru dan dia pingsan. beberapa jam kemudian dia sadar, tapi matanya di tutupi oleh kain hingga dia tidak melihat apapun, tapi sepertinya dia sudah tidak basah lagi. " kamu sudah sadar? " tanya lelaki yang sedang mengobati luka yuni di kaki dan pada area punggung. " kamu siapa? mengapa mataku harus di tutup tidak bisakah aku melihat kamu? " tanya yuni, " kamu diam saja, tidak perlu banyak bicara, masih untung aku menemukan kamu di luar sana, jika tidak... kamu akan menjadi makan serigala lain. " kata lelaki itu yang kemudian menyuruh yuni untuk meminum sesuatu, "apakah di sini banyak serigala"? yuni bertanya lagi, " diam, sekarang minum ini agar kamu bisa cepat pulih" kata lelaki itu, sambil memberikan gelas berisi ramuan yang mungkin untuk mengobati luka dalam pada yuni.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD