Bab 24 Jangan Sedih “Papa, ini enggak adil. Bagaimana bisa papa menunjuk anak haram sebagai penerus!” Abi memandang tajam pada Alisa, kakak tertua Alita. Wanita yang dulu pernah menghinanya kini dengan lantang menghina anaknya di depan banyak orang. Seandainya dia bukan perempuan, sudah dipastikan Abi akan memukulnya. “Jaga ucapan Anda!” perintah Abi dingin. Wanita yang usianya di atas Abi itu, memandang Abi penuh cemoohan. “Apanya yang mau dijaga? Bukankah kamu juga tahu, kalau ucapan saya memang benar. Bintang itu anak haram.” “Mbak!” bentak Abi. “Bintang, Ica, anak-anak ayo ikut oma ke dalam.” Rahayu memberi kode pada asisten rumah tangganya, untuk membawa cucu-cucunya. Karena dia merasa suasana sudah memanas. “Bintang di sini saja.” “Tidak! Kamu ikut Omamu saja.” Tari memandang

