Pagi itu, udara begitu dingin. Katherine menarik selimut dan menyusup lebih dalam ke dalam pelukan Paul. Ia mendesah pelan, merasa nyaman dalam kehangatan tubuh pria itu. Alih-alih terbangun di samping Alex seperti yang ia janjikan, ia justru menghabiskan malam di pelukan Paul, setelah malam panjang yang penuh gairah dan rasa yang tak sempat disembunyikan. Dia tahu seharusnya segera kembali ke kamar Alex sebelum anak itu menyadari bahwa ia tidak menemaninya semalam. Ia tak ingin membuat Alex kecewa, apalagi marah. Tapi tubuhnya masih enggan bergerak, enggan beranjak dari kehangatan yang terlalu akrab. Bunyi alarm ponsel memecah kesunyian. Dengan cepat, Katherine meraihnya dan mematikan suara itu, lalu kembali menyandarkan kepala di d**a Paul. Namun kali ini, matanya tak bisa lagi terpej

