Bab 11. Tenggelam Dalam Kesedihan

1018 Words

Hujan turun perlahan di luar gedung, Menyusuri kaca jendela tinggi seperti butir-butir air mata yang tak sempat jatuh. Di balik pintu, Elena berdiri membatu. Namun penuh bara. Matanya terpaku pada dua sosok yang tengah berbicara di dalam ruangan. Mereka tampak seperti keluarga yang utuh, seperti lukisan bahagia yang tak pernah bisa ia miliki, meski telah berjuang selama lima tahun. Tangannya mengepal. d**a Elena sesak, seolah dicekik oleh kenyataan pahit yang tak bisa dia ubah. Lima tahun. Lima tahun ia menunggu. Tapi Paul tetap tak bergeming, tetap memperlakukannya seolah tak pernah ada. Dia kira akan mendapatkan pria itu sepenuhnya, setelah menjebaknya pada malam itu. Tapi dia hanya mendapatkan, sebuah status yang tidak pernah disahkan. Dia tidak akan pernah kalah. Dia tidak akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD