Paul meraih ponselnya yang terus bergetar di atas meja. Ia belum pergi. Masih memilih untuk tetap berada di sisi Katherine, setelah keintiman yang sulit mereka tolak. Di sampingnya, Katherine tertidur dalam pelukannya, wajahnya tenang, seolah menemukan kedamaian yang selama ini hilang. Mimpi buruk yang menyerangnya tadi pagi membuat tidurnya kurang nyenyak, dan pelukan Paul menjadi satu-satunya tempat yang membuatnya merasa aman. Selama Paul tidak menyuruhnya pergi, Katherine tak merasa perlu mempertanyakan apa pun. Ia hanya menikmati kebersamaan itu. Mereka memang tidak membicarakan masa lalu, tapi suasana yang tercipta seolah membawa mereka kembali ke sana, ke hari-hari saat cinta mereka belum hancur oleh kenyataan. Paul melirik ke layar ponsel. Nama Elena muncul. Ia mengecilkan volum

