Elena tak lagi mampu menahan gejolak amarah yang membakar dadanya. Perlakuan Paul padanya telah melampaui batas. Dia bisa menerima tamparan dan pukulan itu—karena dia sadar telah melakukan kesalahan. Tapi diusir begitu saja, tanpa peringatan, tanpa kesempatan untuk menjelaskan? Itu di luar batas kesabaran dan harga dirinya. Masalah mereka seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Dengan bicara dari hati ke hati, seperti dua orang dewasa pada umumnya. Tapi Paul justru memilih mengusirnya seperti sampah—dan yang lebih menyakitkan, tanpa memberi tahu lebih dulu. Kini dia sadar. Bukan hanya rumah yang akan hilang. Tapi seluruh fasilitas hidup mewah yang selama ini Paul berikan—uang, kemewahan, rasa aman, semuanya akan menghilang dari genggamannya. Dan lebih buruk lagi, dia belum sia

