Bab 24. Sudah Tidak Peduli Lagi

1035 Words

Katherine menenangkan dirinya sebelum masuk ke dalam ruangan. Dia mengusap air matanya dengan cepat, berusaha menyembunyikan jejak kesedihan yang nyaris meledak di balik tatapannya. Dia tidak ingin ayahnya melihatnya rapuh, tidak ingin memperlihatkan betapa remuknya hatinya. Baginya, lebih baik berpura-pura bahwa semua baik-baik saja, seolah pertemuannya dengan Paul tadi hanyalah angin lalu yang tak bermakna. Padahal di dalam hatinya, badai sedang mengamuk. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Apakah Paul masih menginginkannya? Atau pria itu kini merasa jijik, setelah mengetahui bahwa dia pernah tidur dengan pria lain? Katherine tahu, Paul bukan tipe laki-laki yang bisa memaafkan dengan mudah, apalagi untuk sebuah pengkhianatan. Dan dia tidak menyalahkan Paul. Bagaimanapu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD