Bab 36. Takut Salah Paham

1070 Words

Pagi itu, seperti yang diminta Paul, Katherine datang ke rumah pria itu. Udara terasa lebih sejuk dari biasanya, seolah menyambut kehadirannya dengan lembut. Rumah besar yang dulu pernah menjadi tempatnya bernaung kini berdiri kokoh di hadapannya, dengan nuansa yang sama. Dingin, tenang, dan penuh kenangan. Pintu dibuka oleh sosok yang tak asing, pelayan tua yang sudah bekerja puluhan tahun. Namun ada yang berbeda pagi itu. Wajah keriputnya tampak bersinar dengan senyum tulus yang jarang terlihat. "Aku sangat senang kau kembali lagi, Nona," ucapnya hangat. "Aku harap kali ini kau tidak pergi lagi dan tetap bersama dengan Tuan Muda." Katherine membalas dengan senyum tipis, meski hatinya masih dipenuhi keraguan. Dia tahu kebersamaan itu tidak akan lama, karena dia hanya menjadi simpanan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD