Katherine diam selama di perjalanan kembali. Alex tertidur di dalam pelukannya. Tak hentinya Katherine mengusap kepala Putra Paul dengan perasaan yang tak menentu. Seandainya waktu itu dia tidak membunuh janinnya, mungkin anak itu sudah seusia Alex. Entah jenis kelaminnya perempuan atau laki-laki, rasa sesal itu kembali menyesakkan d**a. Tatapannya kosong, memandangi setiap bangunan yang mereka lewati. Seandainya waktu itu dia berani mencari Paul dan meminta bantuannya. Apakah pria itu akan menolongnya? Akankah dia melahirkan bayi itu? Alex dipeluk dengan erat. Perasaan rindu dan perasaan bersalah, membaur jadi satu dalam d**a. Rasanya sesak. Dia jadi teringat bagaimana bentuk janin itu sebelum dia mengambil keputusan yang dia sesali sampai sekarang. "Apa yang kau pikirkan, Kathe

