Zefran berdiri di depan cermin dan memandangi wajahnya sendiri. Ia tak tahan menahan sakit hatinya yang semakin lama bukannya sembuh malah makin sakit karena hari ini adalah hari pertunangan Shayrin dan Arfan."Aaaaaaa,"teriak Zefran meninju kaca yang ada di kamarnya. Prangggg.... Serpihan kaca itu berhamburan. Persis menggambarkan hati Zefran yang hancur berkeping-keping."Kenapa gue harus ketemu dia. Kenapa gue harus jatuh cinta sama dia."Zefran meradang menahan amarahnya yang semakin lama sulit di bendung. "Zef are you okey?"papah Ben mengetuk pintu kamar Zefran. "Yes pah,"balas Zefran dari dalam kamarnya. "Ayo keluar, acara akan segera di mulai."Perintah papah Ben. "Sebentar, Papah duluan aja,"balas Zefran merapihkan rambut dan kemejanya. “Ok papah turun dulu.” Zefran turun den

