BAHAGIA YANG TERTUNDA

1880 Words

Shayrin merasakan kebahagian bersama zefran Shayrin di perlakukan sangat baik bak seorang ratu oleh zefran. "Kaka nanti malem kencan yuk."ajak zefran. "Kencan kaya anak muda aja."balas shayrin. "Kids jaman now."jawab zefran ngaco. "Ada-ada aja."Shayrin membawakan kopi untuk zefran. "Dede bayi apa kabar?"zefran mengelus perut shayrin. Shayrin merasa terharu, zefran gak hanya menerima shayrin tapi menerima juga anak yang bukan darah dagingnya. "Zef, makasih."ucap shayrin menatap zefran penuh haru. "Sudah lah kak. Gue kan suami kaka, ini jadi anak gue sekarang."balas zefran. "Gue nyesel udah ninggalin loe dulu."Shayrin memeluk zefran. "Yang penting sekarang jangan tinggalin gue lagi."Zefran membalas pelukan shayrin. Zefran dan shayrin sangat bahagia. Mereka memang kini sedang mera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD