DAN LAGI

1863 Words
Zefran tak curiga sama sekali dengan Shayrin. Zefran pikir Shayrin sudah berubah. Hubungan Zefran dan Shayrin juga baik-baik saja. Shayrin sangat pintar bermain di belakang Zefran. "Zef ikut ke mall gak?"tanya Shayrin sambil menyisir rambutnya. "Ikut,"balas Zefran semangat langsung memakai jaketnya. "Ganti baju lah."Perintah Shayrin. "Emang kenapa kak, gue juga baru ganti kok tadi. Gak bau." "Gambarnya itu loh. Masa gambar doraemon." "Keren tau,"ujar Zefran. "Ganti kemeja aja dech. Kayak gitu bocah banget."Shayrin memilihkan baju untuk Zefran. "Itu kak yang putih gambar angry bird,"ucap Zefran. "Gak, udah gede masa baju rata-rata gambar kartun, doraemon, tom and jerry, angry bird, spongbob gak sekalian tayo,"cibir Shayrin. "Hobby kak."Zefran terkekeh. "Nih pake ini aja."Shayrin memilih kemeja hitam polos.Zefran pun mengganti baju yang di pilih oleh Shayrin. Zefran terlihat tampan dan dewasa kalo berpakaian rapih. Shayrin dan Zefran belanja untuk bulanan karena stoknya sudah habis saat ada oma Laras. Shayrin yang memilih dan Zefran yang mendorong troli. Saat asik belanja Zefran dan Shayrin bertemu Arfan yang sama sedang belanja. "Zef belanja,"sapa Arfan ramah. "Iya kak,"balas Zefran tersenyum. "Lama gak ngobrol bareng,"ucap Arfan. "Iya nih. Habis belanja makan bareng yuk,"ajak Zefran. "Boleh juga,"balas Arfan biasa aja seolah tak ada hubungan dengan Shayrin begitu juga dengan sebaliknya. "Ya udah gue pesen tempatnya dulu,"ucap zefran. Ia pun pergi meninggalkan Shayrin dan Arfan tanpa curiga dikit pun. Shayrin dan Arfan belanja berdua, sangat mesra dan gandengan tangan layaknya orang pacaran biasa."Ada temen Zefran,"bisik Arfan melepas genggaman tangannya. "Hai kak Arfan dan kak Shayrin,"sapa Dika yang sebenarnya udah lihat tapi pura-pura gak tau. "Belanja juga?"tanya Arfan ramah. "Iya nemenin Zahra buat nyari bahan untuk tugas sekolah."Shayrin penasaram dengan Zahra. "Kak Arfan....!!"seru Zahra. "Hai juga Zahra,"balas Arfan sedangkan Shayrin melihat Zahra dari atas sampai bawah yang teryata Zahra sexy dan cantik. Zefran setelah memesan tempat di restoran terdekat langsung balik ketempat Shayrin dan Arfan tadi."Zefran."Zahra langsung mendekat ke Zefran dan bergelayut manja. "Awas ih. Loe mirip ulet bulu tau,"usir Zefran. Shayrin melihat itu rasanya sebal dengan Zahra. "Kak Arfan sama pacarnya juga gitu, mesra banget. Tadi belnja bareng, kadang nonton bareng. So sweet banget,"crocos Zahra gak tau kalau Shayrin istrinya Zefran. Mendengar itu, Zefran langsung melihat kearah Shayrin dan Arfan. "Banyak omong loe, ayo pergi."Dika langsung menarik Zahra pergi supaya gak ember. Zefran merasa sangat sakit hati ternyata Shayrin membohonginya lagi. Zefran yakin kalau Zahra gak bakal bohong. Berarti Zahra sering mergokin Arfan dan Shayrin jalan tanpa sepengetahuan Zefran. Walaupun sakit Zefran bersikap biasa aja seolah tak percaya dengan Zahra."Belanjanya udah?"tanya Zefran. "Udah,"jawab Shayrin dan Arfan barengan. "Ya udah ayo kita makan,"ajak Zefran tersenyum. Arfan dan Shayrin mengangguk. Mereka berdua lega. Mereka pikir Zefran gak curiga karena sikap Zefran biasa aja. ***** Sampai rumah Zefran langsung tidur untuk meredam amarahnya.Tengah malam Zefran terbangun mencari Shayrin tak ada di kamar, kemudian Zefran membuka pintu kamarnya pelan dan melihat Shayrin sedang asik telfonan pake sebutan sayang sangat manja dan mesra. Zefran kembali menutup pintunya lagi. Dan langsung terduduk di lantai. Rasanya benar-benar sakit. Dan lagi Shayrin membohongi Zefran padahal Zefran sudah memberikan kesempatan kedua untuk Shayrin. Pagi hari Zefran tidak menunggu Shayrin bangun. Zefran sekarang tau, pantas Shayrin jadi sering bangun siang, ternyata tiap malam telfonan dengan Arfan. Zefran membuatkan sarapan untuk Shayrin. s**u dan salad kesukaan Shayrin. "Gue kerja pagi. Jangan lupa di makan."Isi note yang Zefran tulis dan di taruh di dekat nampan. Shayrin bangun melihat ada sarapan di meja. Shayrin tertawa melihat emoticon smile di kertas yang Zefran tulis. Zefran sengaja berbuat manis dan romantis pada Shayrin sebagai ucapan perpisahan. Zefran ingin Shayrin mengingat saat nanti sudah tak bersama lagi. Zefran yakin cepat atau lambat Shayrin akan meninggalkannya."Gue ingin ciptakan kenangan manis yang nantinya bisa kakak kenang, saat nanti kita berpisah,"ucap Zefran dalam hati sambil tersenyum miris. Zefran pulang kantor gak langsung pulang tapi mampir ke rumah Dika."Are you ok?"tanya Dika khawatir. "Tentu,"jawab Zefran singkat langsung duduk main ps. Dika tau kalau Zefran tidak baik-baik saja."Kalo loe mau cerita, gue siap dengerin kok,"ucap Dika duduk di samping Zefran. Namun Zefran hanya diam terlihat fokus main ps tapi pikiran entah kemana."Gue tau perasaan loe kok. Kalo gue jadi loe mungkin gue bakal marah dan memaki mereka,"ujar Dika. "Sebenarnya gue juga lihat. Tapi gue gak cerita sama loe. Gue pikir biar hubungan kalian makin baik. Ternyata gue salah."Sambung Dika menunduk dan menghembuskan nafas kasar. Setetes air mata Zefran terjatuh tapi Zefran langsung menghapusnya, namun air matanya tak bisa di ajak komfromi menetes lagi dan lagi."Gue kayak banci cengeng."Zefran terus berusaha menghapus air matanya berkali-kali. "Cowok nangis wajar kok, bukan banci. Tandanya cowok itu tulus,"balas Dika menepuk bahu Zefran untuk memberikan semangat pada sahabatnya itu. "Gue rasa cukup sampai di sini,"ujar Zefran. "Sabar beri kak Shayrin waktu sedikit lagi,"pinta Dika. "Sampai kapan? Gue udah kasih kesempatan ke dua tapi loe tau kan? Dan lagi kak Shayrin bohongi gue." "Biarkan dia yang pergi,"ujar Dika.Zefran hanya diam bingung harus apa. Sebelum pulang ke rumah Zefran menyempatkan diri membeli bunga dan puding ke sukaan Shayrin. Saat Zefran hampir sampai rumah. Zefran melihat Shayrin mau turun dari mobil Arfan dan berpelukan sepertinya mereka baru pulang kencan. Zefran langsung menutup matanya saat Shayrin berciuman dengan Arfan. Hati Zefran sudah hancur berkeping-keping. Arfan pergi, Zefran menunggu beberapa saat untuk menetralkan perasaannya baru pulang menemui Shayrin. "Malam kak,"sapa Zefran memberikan bunga dan pudingnya. "Tumben so sweet,"cibir Shayrin. "Baru dapet bonus,"jawab Zefran asal. "Berarti kerja loe bagus dong,"ucap Shayrin sambil menciumi bunga pemberian Zefran. "Mungkin,"jawab Zefran singkat dan berlalu ke kamar. Shayrin ikut masuk ke kamar dan menaruh bunganya di vas. "Cantik banget, gue suka."Shayrin tersenyum. "Syukur kalau kakak suka,"balas Zefran ke kamar mandi membersihkan diri. Shayrin di tempat tidur memijitin kakinya pegal habis jalan dengan Arfan seharian bolos kerja."Kenapa?"tanya Zefran saat keluar kamar mandi. "Kaki gue pegel,"balas Shayrin. "Udah kakak tiduran aja, mungkin kecapean kerja. Biar gue pijitin."Zefran memijit kaki Shayrin sampai tertidur.  Zefran memperlakukan Shayrin sangat baik, kini Zefran juga lebih perhatian pada Shayrin. Namun emang dasar cinta buta, kebaikan Zefran tak berarti bagi Shayrin. Arfan, Arfan dan Arfan. Shayrin selalu saja menomor satukan Arfan. ***** Hari libur Zefran nonton kartu di ruang tengah, Shayrin sudah rapih mau pergi."Ke mana kak?"tanya Zefran. "Jalan sama Amel dan Maysha,"bohong Shayrin. "Mau sampai kapan kakak bohong,"ucap Zefran masih fokus pada filemnya. "Bohong apaa?" "Kakak masih berhubungan dengan kak Arfan kan."Zefran bicara tak memandang Shayrin sama sekali. "Nomornya aja udah gue blokir, nih cek handphone gue kalo gak percaya."Shayrin memberikan ponselnya pada Zefran. "Ponsel yang warna hitam."Zefran melihat ke arah Shayrin. "Ponsel apa hitam, punya gue kan putih."Shayrin terus berbohong. "Mau gue yang ambilin?"Zefran gak habis pikir kenapa Shayrin terus saja berbohong. "Apaan sih loe, gue mau pergi,"ucap Shayrin gugup. "Buru-buru karena kak Arfan udah nunggu depan gang."Geram Zefran. "Apaan sih loe, gak jelas banget."Shayrin udah gak tenang, Zefran pasti udah tau semuanya. "Ayo gue anter ke kak Arfan."Zefran pun berdiri. "Loe apaan sih."Shayrin marah. "Gue yang harusnya marah kak, loe tega bohongi gue lagi..!!"seru Zefran. "Loe gak jelas daritadi nuduh gue,"kilah Shayrin. Zefran mengambil amplop coklat dan memberikannya ke Shayrin."Apa lagi ini?"tanya Shayrin. "Buka aja kalau penasaran,"balas Zefran ingin tau reaksi Shayrin saat melihat foto-fotonya bersama Arfan. Shayrin pun membukanya.Betapa terkejutnya Shayrin melihat foto-foto dirinya bersama Arfan. "Apa pendapat kakak?"tanya Zefran menatap Shayrin lekat. Shayrin diam tidak bisa jawab karna sudah ketauan."Ayo gue antar ke kak Arfan, pasti dia udah nunggu,"ucap Zefran dengan perasaan yang hancur tak terbentuk lagi. Hati Zefran serasa sudah mati. "Zef ini salah paham, gue bisa jelasin,"ucap Shayrin berusaha mengarang cerita supaya Zefran mau memaafkannya lagi. "Gak perlu, semua udah jelas. Gue udah melihat dengan mata kepala gue sendiri secara langsung."Zefran melepas cincin pernikahaannya dan memberikan ke Shayrin. "Apa ini?"Shayrin mengembalikan lagi cincin itu ke Zefran. "Itu bukan milik gue dan kita cukup sampai di sini."Tegas Zefran memilih pergi. "Gak bisa. Loe gak bisa tinggalin gue..!!"seru Shayrin tak terima. "Gue gak bisa tinggalin kakak tapi kakak bisa selingkuh di belakang gue gitu? Dan kakak tertawa di atas penderitaan gue dengan laki-laki lain. Dimana hati loe."Marah Zefran tak tahan lagi. "Loe kok kasar sih."Sewot Shayrin. "Kakak anggep gue apa sebenarnya?"tanya Zefran. "Suami gue lah,"jawab Shayrin. "Oh ya."Zefran tertawa miris. "Semua juga tau kan? Kalo loe suami gue."ucap Shayrin. "Iya tau sebatas setatus,"balas Zefran ke kamar mengambil tas dan memasukan bajunya ke dalam tas. "Mau ke mana?"Shayrin merebut tas Zefran. "Buat apa kita serumah, lagian kita gak ada hubungan kecuali di atas buku nikah." "Loe gak akan dan gak bisa pergi ke mana pun. Apalagi ninggalin gue."Shayrin memasukan lagi baju Zefran ke lemari. "Egois, gak punya perasaan,"kesal Zefran. "Gue gak peduli."Shayrin sangat keras kepala. Zefran sangat kesal daripada lepas kendali dan berbuat kasar pada Shayrin, akhirnya Zefran memilih ke luar kamar dan menempati kamar lamanya.  Zefran kini menghindari Shayrin, mereka berdua serumah tapi tak pernah bertemu atau bertegur sapa. Zefran pergi sebelum Shayrin bangun dan pulang sebelum Shayrin pulang atau saat Shayrin tidur. Shayrin merasa ada yang kurang karena perubahan sikap Zefran yang biasanya manis dan perhatian kini acuh. Biasa rame dengan kekonyolannya atau dengan tawanya saat nonton kartun. Kini sepi hal itu tak pernah terdengar lagi. Shayrin bingung mesti berbuat apa. Shayrin tau kalau salah tapi Shayrin gak bisa lepasin Arfan. "Zef gue mau ngomong sama loe."Shayrin mengetuk pintu kamar Zefran yang selalu terkunci rapat. Namun tak ada jawaban dari Zefran."Gue tau loe di dalam,"seru Shayrin.Zefran tetap tak membuka pintu kamarnya."Zefran gue bilang, gue mau bicara ayo keluar. Kalo loe gak mau keluar, gue ajak Arfan kemari,"teriak Shayrin marah. Zefran juga marah dengan Shayrin setelah seminggu menghindar akhirnya Zefran membuka pintu."Silahkan saja bawa kak Arfan kemari, gue gak peduli,"ketus Zefran sudah rapih dan gagah dengan jeans dan kemeja hitamnya. "Mau ke mana loe?"tanya Shayrin menghalangi jalan Zefran. "Jalan sama Zahra,"jawab Zefran cuek. "Gak bisa."Bentak Shayrin. "Gue gak perlu izin dari kakak." "Loe suami gue, terus loe pacaran lagi gitu sama cewek lain."Shayrin tak terima. "Apa kabar dengan kakak yang selingkuh."Zefran gak mau kalah. "Gue gak selingkuh,"kilah Shayrin yang terus saja mengelak padahal udah sangat jelas. "Sudah lah, gue capek debat sama kakak."Zefran pergi melewati Shayrin begitu aja. Namun Shayrin langsung memeluk Zefran dari belakang."Lepas kak."Zefran mencoba melepaskan pelukan Shayrin tapi Shayrin malah makin mempererat pelukannya. "Jangan pergi,"ucap Shayrin. "Gue kan gak ada artinya buat kakak, jadi untuk apa lagi adanya gue di sini." "Jangan pernah tinggalin gue,"pinta Shayrin. "Kalo gitu, kakak tinggalin kak Arfan." "Gue belum bisa. Gue masih cinta Arfan tapi gue butuh loe,"ujar Shayrin. "Egois."Zefran menitihkan air matanya lagi untuk kesekian kalinya jika menghadapi Shayrin, tentang Shayrin benar-benar menyakitkan. Shayrin merasakan kalau Zefran menangis, Shayrin juga tau kalau Zefran sakit hati. Tapi Arfan masih saja menjadi raja di hati Shayrin. "Gue mau loe dan juga Arfan,"ucap Shayrin benar-benar tak punya perasaan. "Di mana hati loe kak. Gue manusia biasa. Gue juga punya perasaan dan gue gak mau berbagi. Kalo kakak cinta kak Arfan silhkan. Tinggalin gue atau lepasin gue. Biarkan gue hidup bebas,"pinta Zefran. "Gak mau. Gue gak bakal lepasin loe."Shayrin egois, keras kepala dan seperti tak punya hati. Shayrin gak terima kalau Zefran bersama wanita lain tapi Shayrin gak sadar diri kalau dirinya sendiri juga pacaran dengan Arfan. Entah hati dan otak Shayrin di taruh mana. Gak mau di duakan tapi mendua. Zefran sendiri ingin pergi dari sisi Shayrin tapi gak bisa karna saking cintanya Zefran pada Shayrin.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD