PERPISAHAN

1804 Words
Arfan terus mendesak Shayrin agar bercerai dengan Zefran. Shayrin masih bingung karna orangtuanya  tidak setuju kalau ia bercerai dengan Zefran. "Kalo loe gak mau cerai dari Zefran, gue pacaran lagi sama yang lain."Arfan mengancam. "Kasih gue waktu dong,"balas Shayrin berat melepas Zefran. "Gue udah kasih banyak waktu buat loe. Kurang apa coba?"ketus Arfan. "Beri gue satu bulan." "Gak bisa. Satu minggu, hanya satu minggu."Tegas Arfan. "Tapi gimana orang tua kita?" "Bilang aja kita saling mencintai." "Baiklah,"balas Shayrin pasrah. ***** Malam hari Zefran pulang dari kantor dan teryata di suguhi pemandangan yang membuatnya sedih. Gimana tidak sedih, Shayrin sedang b******u mesra dengan Arfan. Suami mana yang kuat melihat istrinya bermain gila dengan pria lain. "Eh Zef udah pulang."Shayrin langsung merapihkan bajunya. "Ya udah sayang gue pulang dulu."pamit Arfan gak tau malu. "Ya kak hati-hati,"balas Zefran. "Zef makan?"Shsyrin menawari Zefran makan. "Gak nafsu."Zefran sudah ingin meledak rasanya. "Kalo mau makan di luar harusnya bilang dong, biar gue gak masak." "Mulai besok kakak gak usah masak,"balas Zefran lelah. "Masakkan gue gak enak ya?" "Hubungan kita udah selesai. Besok pagi pengacara gue ngurus surat perceraian kita. Mungkin malam ini terakhir gue tidur di sini." "Kenapa gitu? Gue salah apa?"tanya Shayrin tanpa dosa. "Kakak nanya salah apa?"Zefran beneran gak habis pikir dengan Shayrin. "Gue gak ngapa-ngapain kok,"ujar Shayrin. "b******u dengan laki-laki lain bilang gak ngapa-ngapain?!"seru Zefran. "Napa loe nyolot sih." "Gue capek... Capek banget ngadepin kakak. Kita cerai."Zefran meninggalkan Shayrin. "Zef loe mau kemana?"teriak Shayrin. Namun Zefran tak mempedulikan Shayrin karna sudah tak tahan dengan Shayrin. Shayrin gak rela Zefran mau pergi tapi sepertinya kali ini keputusan Zefran sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi Pagi hari semua percerain sudah di urus oleh pengacara Zefran. Shayrin seperti orang bingung karna belum siap bercerai dengan Zefran."Kamu yakin nak?"tanya ayah Ben ragu. "Zefran udah kalah pah."Zefran memeluk papahnya. "Pergilah, tata kembali hidup kamu nak."Papah Ben mengirim Zefran pergi ke luar negri. "Iya pah."Zefran hari ini juga pergi ke luar negri tanpa berpamitan dengan Shayrin. ****** Shayrin sangat kesepian, malam itu adalah malam terakhir Shayrin melihat dan bicara dengan Zefran. Setelah itu tak pernah bertemu lagi sampai sekarang. Perceraian mereka pun udah selesai. Shayrin mencoba menelfon Zefran tapi nomornya sudah tidak aktiv. "Kusut amat?"tanya Amel saat Shayrin datang. "Gue kok kangen sama Zefran yah, sama kekonyolannya, sama tawanya dan perhatian Zefran,"Jawab Shayrin lesu. "Apa gue bilang, baru di tinggal seminggu aja loe gitu. Bentar lagi loe bakal nyesel,"timpal Maysha. "Arfan di tanyain kapan mau nikah, bilangnya ntar-ntar mulu,"gumum Shayrin sebal. "Alakh paling juga gak bakal beres tuh Arfan,"ucap Amel. "Menurut gue juga gitu. Kalo cowok serius itu pasti langsung nikahin. Lah Arfan udah ninggalin, ngrusak rumah tangga loe di nikah kagak,"cerocos Maysha. Shayrin hanya diam tak menanggapi ke dua sahabatnya itu. Di tempat lain papah Ben menanyakan keseriusan dan pertanggung jawaban Arfan. "Arfan kapan akan menikahi Shayrin?"tanya papah Ben. "Gak tau pah, Arfan pengin mantapin hati dulu,"jawab Arfan. "Katanya kalian saling mencintai?" "Iya pah tapi Arfan belum siap nikah." "Lah kamu ini gimana. Kemarin nyuruh Zefran cepat bercerai katanya kamu akan nikahin Shayrin secepatnya, sekarang malah gini." "Arfan masih ingin bebas pah, Arfan belum siap berumah tangga, lagian baru seminggu Shayrin cerai dari Zefran. Santai aja pah,"jawab Arfan menyepelekan. "Papah gak mau kamu berbuat konyol lagi, ya sudah pikirkan baik-baik."Pinta papah Ben. Setengah tahun tlah berlalu.... Zefran belum juga mencari pengganti Shayrin. Banyak yang mencoba mendekati Zefran namun di tolak oleh Zefran begitu aja. "Bro loe cakep banyak yang naksir napa loe tolak terus?"tanya Gio teman baru Zefran. "Gak tertarik."Zefran memainkan bola basketnya. "Lihatlah mereka sexy-sexy atau loe kelainan?"tuduh Gio. Zefran menghentikan permainan basketnya dan menepi di pinggir lapangan sambil meminum air putih yang Zefran beli tadi. "Loe beneran kelainan?"tanya Gio ngeri namun tetap mengikuti Zefran.. Zefran membuka dompetnya dan menunjukan status di kartu penduduknya pada Gio. "Loe duda?"seru Gio tak percaya. "Iya,"jawab Zefran singkat. "Yang bener loe, gak lucu becanda loe."Gio tertawa. Zefran sebenarnya ingin melupakan Shayrin tapi gak bisa."Ini foto pernikahan gue."Zefran menunjukan foto pernikahannya pada Gio. Gio pun merebut ponsel zefran dan melihat foto-foto pernikahan zefran yang ada di galeri."Jadi loe beneran udah nikah?"Gio ingin memperjelas. "Pernah nikah dan udah bercerai,"jawab Zefran. "Kenapa cerai? Sepertinya loe masih cinta?" "Gue gak ingin bahas,"balas Zefran malas. ***** Arfan dan shayrin terus saja bertengkar. Shayrin menuntut kapan nikah dan Arfan terus mengulur waktu. "Kapan loe mau nikahin gue? Mana janji loe?"tanya Shayrin kesal terus di bohongi Arfan. "Sabarlah, lagian kita masih muda buat apa buru-buru."Arfan merangkul pundak Shayrin namun Shayrin segera menepisnya karna kesal. "Haii kok gitu sih."Arfan marah. "Loe itu cuma janji di gedein nikahnya kagak."Sewot Shayrin. "Sabar sayang." "Berapa lama lagi, ini udah setengah tahun lebih,"kesal Shayrin. "Baru setengah tahun, kita dulu pacaran aja lima tahunan." "Pacaran atau kredit mobil sih. Lama banget, bukanya lebih baik kita cepat nikah aja,"ujar Shayrin yang makin lama bosan di janji-janji terus oleh Arfan. "Emang loe udah siap jadi emak-emak?"tanya Arfan. "Udah lah. Nikah kan emang berharap punya keturunan." "Ok gue pikirkan lagi,"balas Arfan memainkan ponselnya seperti tak serius. Shayrin sangat kesal dengan kelakuan Arfan yang selalu menyepelekan, seperti tak ada niatan serius, penginnya cuma seneng-seneng aja.Sekarang Shayrin sedikit menyesl berpisah dari Zefran tapi apa mau di kata, nasi sudah menjadi bubur. Zefran udah pergi dari kehidupan Shayrin. ***** "Duren loe gak pengin nyari lagi gitu, kalau gue jadi elo udah gue embat semuanya,"ujar Gio yang sekarang manggil Zefran duren (duda keren). "Bisa gak, panggil gue Zefran,"ketus Zefran. "Lagian gak ada yang tau ini, arti singkatan duren."Gio terkekeh. "Besok kita ada tugas penelitian nih, loe kebagaian kota mana?"tanya Zefran. "Gue mau pulang kampung,"jawab Gio. "Indondsia?"tanya Zefran. "Iya gue udah lama gak pulang. Gue pengin pulang,"balas Gio. Zefran juga ingin pulang tapi masih belum kuat kalau bertemu Shayrin. "Gak usah bengong woii pulang aja yuk,"ajak Gio "Gak lah,"tolak Zefran "Udah lah tinggal pulang aja repot, lumayan bisa buat liburan." "Gak. Sono loe aja sendiri." "Ya udah."Gio pun pasrah, Gio yakin Zefran gak mau pulang karna ada hubungannya dengan mantan istrinya. ***** Gio pulang ke indonesia. Ia bertemu saudaranya yaitu Dika."Hai bro, pulang juga loe? Udah dapet cewek bule belum?"goda Dika. "Gue malah dapet bandot indo,"jawab Gio asal. "Maksud loe, jeruk makan jeruk?"ngeri Dika. "Enak aja. Gue dapet temen baru, cowok ganteng mirip bule orang indonesia juga. Baru setengah tahunan lebih lah,"ucap Gio duduk santai di cafe bareng Dika. "Gue dulu juga punya temen mirip bule namanya Zefran pindah setengah tahun yang lalu." "Dia juga namanya Zefran." "Banyak juga yah, yang namanya Zefran."ujar Dika. Gio hanya mengangguk. Shayrin dan kedua sahabatnya mampir ke cafe setelah pulang dari kantor. Gio melihat Shayrin langsung ingat foto yang di tunjukan Zefran."Hai Janda,"goda Gio. Dika langsung menjitak kepala Gio."Maafin saudara gue kak,"ucap Dika."Tunggu, loe kok tau janda?"sambung Dika penasaran. "Loe mantan istrinya Zefran kan?"tanya Gio pada Shayrin. "Tau dari mana loe?"tanya Shayrin balik. "Dari Zefran lah." "Terus Zefran sekarang di mana?"Shayrin ingin sekali bertemu Zefran. "Gak mau ikut pulang, kayanya sih gak mau ketemu sama loe,"balas Gio asal namun sangat mengena bagi Shayrin. "Njir mulut loe di jaga. Maaf ya kak."Dika langsung menarik Gio pergi. "Napa sih, emang kenyataan kok."Sewot Gio belum selesai ngomong udah di tarik paksa oleh Dika. "Apa gue jahat banget sampai Zefran gak mau ketemu gue,"ujar Shayrin. "Banget,"jawab Amel dan Maysha serempak. "Tega amat sih kalian."Kesal Shayrin. "Orang kenyataan gitu kok,"jawab Amel. "Tapi gak gitu banget kali, gue kan cinta sama Arfan jadi mendua,"balas Shayrin. "Loe rakus tau gak."timpal Maysha. Shayrin hanya manyun gak mau di nasehati. Gio mengirim foto Shayrin terbaru pada Zefran. Gio memang anak yang iseng dan suka ngomong asal. Zefran di kantor membaca proposal yang akan di meetingkan nanti."Kurang kerjaan."gumam Zefran ketika membuka pesan dari Gio. Hati Zefran langsung bergetar begitu melihat foto Shayrin. Zefran langsung menelfon Gio. "Hallo bro, gimana sexy kan?"Gio terkekeh. "Ketemu di mana loe?"tanya Zefran. "Gue ke temu di cafe pas jalan sama Dika, gue udah tau semuanya dari Dika." "Kunyuk loe. Mana Dika?"tanya Zefra. "Hai kangen juga loe sama gue,"ucap Dika. "Najis gue kangen sama loe,"balas Zefran. "Kalau kak Shayrin gimana?"goda Dika. "Au ah,"jawab Zefran yang sebenernya kangen banget sama Shayrin. "Gak usah muna loe,"timpal Gio. Namun Zefran malah mematikan telfonnya gak ingin bicarain Shayrin tapi penasaran dengan kabar Shayrin. ***** Mungkin hari ini sial bagi Shayrin bertemu dengan Gio lagi. "Hai janda. Loe mau ngobrol sama Zefran gak? Pasti kangen sama si duren ya kan?"goda Gio saat bertemu Shayrin di salon. "Hello....loe cowok apakah main di salon,"cibir Shayrin. "Cowok juga butuh perawatan kali,"balas Gio dengan pd-nya. "Serah loe dah." Gio pun iseng video call Zefran."Apa sih alay banget,"ucap Zefran sedang tidur. "Mau liat yang bening gak?"Gio mengarahkan ponselnya ke Shayrin yang sedang mengecat kukunya. "Kak Shay,"gumam Zefran lirih. "Gimana? Bening dan sexy kalo janda emang menggoda."Gio tertawa terbahak. "Kampret loe,"balas Zefran. "Bentar."Gio mendekat ke Shayrin. "Apaan sih loe, minggir sono,"usir Shayrin. "Lihat ini."Gio memperlihatkan ke arah Shayrin. "Zefran,"ucap Shayrin. Zefran hanya tersenyum. Shayrin langsung merebut ponsel Gio tak peduli dengan kukunya yang sedang di cat. "Hai,"sapa Zefran. "Zef kenapa loe pergi sih? Cepat pulang." Zefran hanya menggelengkan kepalanya lalu mematikan sambungan telfonnya. "Yah kok mati sih,"kesal Shayrin. "Telfon aja lagi,"balas Gio. "Gak aktiv."Shayrin mencoba menelfon Zefran namun gak aktiv lagi. "Lagi galau sambil gigitin bantal kali,"ujar Gio. "Gue kan kangen sama dia." "Temui aja dia,"usul Gio. "Gak lah nanti Arfan marah,"balas Shayrin. "Zefran tuh suka sama loe, banyak yang ngejar dia tapi di tolak mentah-mentah." "Gue juga tau kalau Zefran suka sama gue tapi gue pacarnya Arfan kakak Zefran,"balas Shayrin yang akhirnya ngobrol sama Gio. Di tengah asik ngobrol, Arfan datang ke salon mengantar cewek. "Arfan..!!"seru Shayrin. "Rin, gue bisa jelasin,"ucap Arfan gugup ketauan lagi jalan bareng cewek. "Loe lagi-lagi jalan sama cewek gak jelas,"kesal Shayrin marah. "Eh enak aja. Gue cewek baik-baik."Cewek itu gak terima. "Kalo loe cewek baik-baik gak bakal loe jalan sama cowok orang."Bentak Shayrin. "Arfan bilang ke gue masih jomblo. Asal loe tau itu,"ucap cewek itu. "Loe keterlaluan."Shayrin menampar Arfan. "Rin ini salah paham dan siapa cowok yang sedang sama loe ini."Arfan menunjuk Gio. "Gue gak kenal,"balas Shayrin. "Omong kosong, gak mungkin gak kenal ngobrol akrab gitu."Arfan pintar memutar balikan masalah. "Oh loe yang namanya Arfan."Gio manggut-manggut. "Iya emang kenapa?!"ucap Arfan songong. "Slow aja bro,"balas Gio. "Loe siapa? Berani deketin cewek gue,"seru Arfan. "Oh ya.. Kalo ini cewek loe, terus yang di samping loe siapa?"Gio menertawakan Arfan. "Loe ganjen banget jadi cewek."Arfan memarahi Shayrin. "Gue gak gitu. Loe yang playboy phpin cewek,"balas Shayrin tak terima. "Cewek murahan ayo pulang."Arfan menarik Shayrin kasar. "Aww sakit, loe kok kasar sih."Shayrin melepas tangan Arfan. "Mendingan juga Zefran,"celetuk Gio. "Diam loe."Arfan menarik paksa Shayrin pergi. Belum juga nikah, sifat arfan begitu. Apalagi sudah nikah. Shayrin jadi menyesal ninggalin Zefran demi Arfan. Padahal Zefran gak pernah memarahi Shayrin sampai segitunya apalagi berbuat kasar. Zefran sangat perhatian dan selalu mengalah pada Shayrin tapi apa? Shayrin udah di butain oleh cinta jadi gak bisa lihat kebaikan Zefran sedikit pun.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD