Dua tahun berlalu sudah. Hari ini adalah hari kelulusan Athena dan Aleah. Sejak pagi tadi mereka sudah hepctic. Apalagi mereka harus menggunakan kebaya saat wisudanya. Untung saja William memanggilakan MUA ke rumahnya untuk menndandani dua putri kesayangannya. Jika tidak, bisa dipastikan William harus terus mendengar keributan yang di buat dua putrinya itu. “Bagaimana apa kita sudah siap?” tanya William untuk kesekian kali. Karena sejak tadi dua putrinya itu masih saja rebut memilih sepatu, tas. “Harusnya kalian sudah menyiapkannya dari semalam sayang” ucap William lagi. “Ketemu” “Ketemu” “Ayo Pa kita berangkat” ucap Athena tanpa rasa bersalah. William hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dua putrinya ini sudah besar tetapi mereka masih saja seperti anak-anak. Ya, William menyadari

