BAB 54

2095 Words

 “Hei, tunggu” teriak William. Radit menelan salivanya. Kali ini dia tidak bisa pura-pura tidak dengar, karena suara William menggema di lorong itu. Radit bukan pria pengecut. Dia adalah pria sejati. Radit menghela nafas. Baiklah kalau memang dia harus bertemu William sekarang, itu tidak bisa tolaknya lagi. Apapun yang William lakukan padanya Radit akan menerimanya. Biarlah kalau sampai dia harus dijebloskan ke penjara, Radit akan menerimanya dengan lapang d**a. Radit perlahan membalikan tubuhnya. Radit melangkah dengan menunduk menuju William dan meninggalkan trollynya. Sesampainya di hadapan William Radit masih tertunduk. “Ada yang bisa saya bantu Pak?” tanya Radit dengan suara bergetar. William sedikit merasa aneh dengan sura pelayan di hadapannya ini. Dan mata William terlihat mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD