Senyuman merekah menghiasi wajah Riana. Dia sibuk menyisir rambut Dion ke belakang dengan jari-jari tangannya. Sedangkan, laki-laki itu merebahkan kepalanya di pangkuan sang istri sembari menutup kelopak mata akibat rasa kantuk yang masih menyerang. Mereka tengah menikmati waktu berdua di ruang keluarga. Riana mulai menyukai kegiatan 'memandang' wajah suaminya. Ada kesenangan tersendiri yang dia rasakan. Jantungnya pun berdetak lebih cepat, apalagi ketika Dion memamerkan senyuman hangat padanya. "Tidur jam berapa kemarin? Kamu nonton bola atau bikin projek web?" tanya Riana dengan tingkat keingintahuan yang sedikit mendalam tentang kegiatan yang dilakukan suaminya tadi malam. "Aku juga lupa jam berapa. Langsung tidur pas ngantuk. Iya, aku bikin projek web buat suatu perusahaan." "Janga

