27

1122 Words

Riana menekuk wajahnya. Dia duduk di atas sofa kamar setelah menidurkan Andra yang kini tengah bobok cantik di boks bayi. Jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Tangan kanan Riana memegang handphone milik Dion. Dia memencet sebuah tombol untuk menghidupkan layar touchscreen kemudian membaca kembali deretan pesan dari nomor tanpa nama yang membuat dadanya panas. From : +628579250xxxx Dion lagi di mana? Kapan ada waktu luang? Kamu sibuk? Udah lama kita ga ketemu. From : +628579250xxxx Aku ingin nanya tentang database. Kita bisa ketemu besok ga? Aku butuh bantuan kamu. Tak hanya berupa pesan-pesan, namun nomor tersebut juga melakukan panggilan masuk beberapa kali sejak 20 menit yang lalu. Akhirnya,Riana memutuskan mengangkat telepon tersebut. "Dion apa kabar? Kamu pasti lagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD