Pov : Alvin Berita kecelakaan Mas Feri benar-benar membuatku shock. Pagi-pagi sekali aku dan papa sudah siap ke rumah sakit, aku berkewajiban mengurus semua administrasinya. Selain dia karyawan terbaik di kantor, dia juga sudah kuanggap seperti keluarga karena sebagai suami Arina-- sahabat kecilku dan anak angkat papa. Bayangan buruk kembali muncul di benak. Cerita-cerita Mas Feri beberapa bulan terakhir membuatku mulai gelisah dan sedikit takut. Jangan-jangan itu sebuah firasat dia akan benar-benar pergi? Astaghfirullah, jangan. Aku selalu berdoa agar dia sembuh, bisa menua bersama Arina dan buah hatinya. Aku tahu mereka saling mencintai tulus satu sama lain, tak tega rasanya jika secepat ini dipisahkan. Kemarin-kemarin aku khawatir dengan sakitnya, kini justru dia kritis bukan kar

