Bab 28 Mereka Licik, Aku Cerdik

1605 Words

Terpaksa aku buru-buru masuk ke dalam dan melangkah cepat menuju kamar. Tiba-tiba pintu kamar tertutup begitu saja dari luar. Aku sangat kaget, keringat dingin mulai menetes dari dahi. Berulang kali aku berusaha membuka pintu namun tak bisa. Entah mengapa! Aku luruh begitu saja di lantai. Tangan gemetar mengambil ponsel dari dalam tas kecil yang kubawa. Gegas kutelepon Mas Feri untuk mengabarkan keadaanku saat ini. Berulang kali kutelepon tak diangkatnya juga. Apakah akhirnya Mas Feri sudah meeting meski tanpa berkas itu? Air mataku mulai menetes di pipi apalagi saat melihat pintu kamar mulai terbuka perlahan dari luar. Kupandangi sosok itu dari bawah menuju atas. Senyum tipis itu terlukis di sana, seolah senyum penuh kemenangan. Mengerikan. Siapa lagi kalau bukan Bang Sony. Kakiku ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD