Part 39

2019 Words

Di rumah besar berlantai dua yang berada di jalan Sentosa itu tengah terjadi ketegangan. Tepatnya di ruang tamu, empat orang bersahabat itu saling melemparkan tatapan tajam. Elgan berdiri di samping sofa dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku. Rahangnya masih saja mengeras melihat Amora yang kini berada dalam pelukan Nadin. Darah yang mengalir di pelipis wanita itu sudah hilang dibersihkan oleh Nadin. "Nik, bawa dia pergi dari sini." Tanpa melihat Niko yang berdiri di dekat Nadin, Elgan berujar pelan sambil menatap Amora sinis. Sekarang Elgan mulai bertanya-tanya, mengapa dulu ia bisa mencintai perempuan seperti Amora? Huh! Memikir itu membuat Elgan merasa dirinya benar-benar bodoh. "Nggak! Aku gak mau pergi dari sini! Kamu udah janji nerima aku tinggal di rumah kamu! Aku gak mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD