Cia hanya bungkam saat Elgan menuntunnya masuk dan duduk di bangku mobil. Mungkin jika keadaannya sedang baik-baik saja ia akan mencak-mencak dan tersenyum lebar karena Elgan menyentuh lengannya bahkan membimbingnya duduk di jok mobil. Tapi, karena kondisi tubuhnya yang sedang tidak baik, Cia hanya bisa bungkam dan tidak memikirkan hal-hal seperti itu. Melihat kepedulian Elgan saja sudah membuat Cia senang ditengah sisa kesadarannya. Walaupun tadi ia sempat menerima bentakan pria itu. Cia menyenderkan tubuhnya pada sandaran bangku setelah meletakkan kuncing putih itu di sampingnya. Cia merasa tubuhnya kaku dan kepalanya terasa sangat berat. Disisa kesadarannya, ia sempat mendengar Elgan yang bertanya tentang kondisinya. Dengan mata yang terpejam, Cia masih merasakan sentuhan tangan Elgan

