Sembilan

1653 Words
“Yah, kok di kunci sih” Desahan kecewa keluar dari mulut Arsha Ia menatap gerbang tinggi yang sudah tertutup dan terkunci. sial! dia terlambat. Arsha melirik jam tangannya, sudah pukul 07.45. ia yakin sekarang semua murid sudah memulai pelajarannya Arsha merutuki nasibnya. ia bangun telat, dan Adit juga sudah pamit duluan katanya Ia akan berangkat dengan seseorang. ntah dengan siapa, Arsha pun tak tahu. mungkin dengan gebetannya karna sering kali ia memergoki Adit yang selalu senyam senyum tak jelas sambil menatap handphone nya. Sudah bisa ia duga bahwa Adit sedang kasmaran Arsha menggaruk keningnya yang tak gatal ia berusaha untuk berpikir gimana caranya dirinya bisa masuk kedalam. jika ia pulang lagi ke rumah itu bukan hal yang bagus, bisa habis nanti dia di marahi Wisnu. Saat ia tengah berpikir. suara deruman motor berhenti tepat di belakangnya. Arsha langsung menegakkan kepalanya, ia yakin orang itu juga terlambat Menoleh kebelakang, ia mengamati wajah seseorang itu setelah membuka helmnya. ia tidak kenal, namun, ia merasa tidak asing dengan wangi parfumnya. Otaknya kembali berputar kepada kejadian beberapa hari yang lalu, di Koridor. ya, saat dirinya terburu buru dan akhirnya menabrak orang yang ada di hadapan nya itu. Alex menyugarkan rambutnya yang sedikit berantakan. ia cukup terkejut kala melihat sosok gadis yang sama dengan nya. terlambat juga Turun dari motor dan melangkah lebih dekat dengan gadis itu. “Telat?” Tanyanya dengan suara berat khasnya. Arsha mebgerjap kaget, “Hah?” Alex memutar bola matanya malas Lalu tanpa seijin Ia menarik paksa pergelangan tangan gadis itu. Arsha terkejut karna serangan tiba-tiba dari Alex “K-kakak mau bawa aku kemana?” Arsha sudah panik sendiri saat dirinya di bawa ke belakang sekolah Alex tidak merespon, mengedarkan pandangan melihat situasi. setelah ia rasa aman. Alex menatap ke arah Arsha Langsung ia melepaskan tangannya. tidak ada niat lain, ia hanya ingin membantu. sekaligus tadi ia melihat bahwa satpam sedang berkeliling dan akan menghampiri gerbang. maka dari itu ia langsung menarik Arsha menjauh dari sekitar gerbang Alex langsung berjongkok di depan Arsha. dan menepuk sebelah bahunya Arsha mengernyit tak mengerti, “M-mau ngapain kak?” “Naik buru. mau masuk gak lo?” tanya Alex Arsha menatap tembok tinggi di hadapannya. ia tak yakin bisa menaiki nya “Lo denger gua gak?” Arsha langsung mengerjap “Tapi kak, aku gak manjat” Alex menghembuskan napas pelan, lalu berbalik menatap Arsha “Naik ke bahu gua!” Perintah Alex dengan nada tegas Arsha terdiam, pikirannya bercabang memikirkan hal yang tidak tidak. ia langsung menggeleng cepat. tidak! ia tidak mau naik, enak saja! “Gak usah mikir macem macem! gua cuman nolongin lo” Sialan! kenapa lelaki ini tahu isi pikirannya? “Nanti tutup mata ya kak” “Hm” Sebelah kakinya mulai menaiki bahu lebar Alex, dengan takut takut. Alex memejamkan matanya dan mulai berdiri Arsha langsung menggapai pembatasan tembok, dan mulai menaikinya dengan hati hati “Udah kak!” ujar Arsha memberitahu Alex Alex pun menyusul untuk memanjat, dan melemparkan tasnya kebawah. ia beralih menatap gadis yang ada di samping nya. “Lompat” Arsha mengangguk pelan Arsha lompat kebawah dengan sempurna, ia langsung membuka matanya dan menghambuskan napas lega. untung! Ia mendongak, “Makasih kak” Alex mengangguk, lalu melompat di samping Arsha. Tanpa mengatakan sepatah kata pun ia langsung pergi meninggalkan gadis itu di belakang Baru beberapa langkah, suara teriakan memanggil namanya terdengar. ketahuan! “AALLEEEXX!” Teriak perempuan paruh baya. Alex menoleh, sudah ada wanita paruh baya. memakai baju guru, kacamata bulat, rambutnya di sanggul, make up tebal, bibir merah nyala. begitulah ciri ciri nya. “KAMU DATANG TERLAMBAT LAGI?!!” Bu Sukma menatap Alex dengan garang sambil mencak mencak “Pake nanya!” jawab Alex dengan suara agak pelan Bu Sukma beralih menatap murid cewek di belakang Alex. “KAMU JUGA! KAMU MURID BARU KAN?!” Bu Sukma menatap galak Arsha. Arsha mengangguk pelan sambil menunduk dalam. Bu Sukma memijat keningnya, pusing menghadapi murid berandalan seperti Alex. untung saja, Alex otaknya pintar. Menjadi alasan untuk Alex tidak di keluarkan oleh pihak sekolah “Kalian bersihin perpustakaan! Sebelum bell istirahat berbunyi, kalian tidak boleh masuk kelas!” tutur Bu Sukma. Arsha membuang napasnya pelan, percuma saja tadi dia manjat dan mengendap ngendap masuk kalo akhirnya bakal ketahuan dan berakhir menerima hukuman. apes emang Kedua nya mengangguk lesu. lalu berlalu dari sana *** Arsha duduk di bangkunya. Hukuman yang di berikan bu Sukma, sudah ia selesai dengan Alex. ia langsung pergi setelah mendengar bell berbunyi Dia menyembunyikan kepalanya di antara lipatan tangannya. memejamkan matanya sejenak karna merasa lelah Beru saja ia akan memejamkan matanya, seseorang menghampiri mejanya dan menggebrak meja miliknya BRAKKK! Arsha terperanjat kaget mendengar itu, ia langsung mendongakkan kepala melihat siapa orang itu. mungkin Kayla dan Rayna Namun saat melihat seseorang itu ia kebingungan melihat raut wajah milik dia. raut yang tak bersahabat, dan ia tak mengenali orang itu Baju di potong, rok sepaha dan ketat, rambut nya di gerai, make up cukup tebal. seperti itu yang ia lihat. Gadis itu langsung menatap Arsha datar dan menyodorkan buku tugas kearah Arsha “Kerjain tugas gue, harus bener semua ya!” ucap nya, Arsha menatap buku milik gadis itu sebentar lalu beralih menatap gadis itu Ia menggeleng pelan sambil menatap lurus ke arah papan tulis Gadis itu menggeram, lalu kembali menyuruhnya untuk mengerjakan tugasnya. “Katanya lo pinter, kerjain tugas gua cepet!” Arsha tetap menggeleng. ia tidak mau mengerjakan tugas orang lain enak saja, dia juga punya otak kenapa harus menggandalkan otaknya? Tidak ada untungnya juga bagi dirinya jika ia mengerjakan tugas gadis itu. “Ogah banget gua, dia juga punya organ lengkap.” batin Arsha mendumel “Kerjain cewek culun!! Lo tuli!?!” perintah gadis itu dengan nada membentak Arsha langsung menunduk mendengar bentakan dari gadis itu, ia sedikit sensitif bila mendengar suara tinggi. ntahlah, ia langsung teringat Wisnu yang selalu membentaknya, membuat dirinya merasa sakit, dan sesak di d**a. Gadis itu mencengkram kuat rahang milik Arsha, membuat dirinya mendongak menatap gadis itu. Semua yang masih berada di dalam kelas mengalihkan antensinya. Dan menatap ke arah bangku Arsha. Suasana yang tadi cukup ramai kini menjdi sunyi, semua nya berdiam tidak membuka mulut melihat Arsha dan Ariana. Seperti nya akan ada pertunjukan yang seru pikir murid lain “Kerjain tugas gue! lo tuli!?!” Arsha berusaha melepas cengkraman gadis itu, namun tidak bisa. tenaga gadis itu lebih kuat Selang beberapa detik kemudian dia orang gadis masuk dan langsung mendorong tubuh Ariana kebelakang dan cengkraman nya pun terlepas “HEH! Ariana grandong, lo tuh punya tangan lengkap, ngapain lo suruh Arsha buat ngerjain tugas lo?” Kayla mencak mencak sambil menatap Ariana Gadis itu bernama Ariana, tapi Kayla lebih sering menyebut Ariana grandong. Ariana masih se geng dengan Lauren si ratu bullying. maka dari itu Ariana berani bertindak semena mena pada kaum kaum yang lemah “Bukan urusan lo! jangan ikut campur! lo mau jadi pahlawan kesiangan?!” Ariana berdecak lalu bersedekap dada “Ck, ck, ck, penampilan kayak tante girang aja sok sok an nindas kaum di bawah lo.” Kayla geleng geleng kepala sambil tersenyum remeh Kayla melangkah maju, dan mencodongkan wajahnya tepat di depan wajah Ariana “Makanya punya otak tuh di pake, percuma banget otak lo kalo gak kepake” Jemari Kayla menunjuk kepala Ariana “Sialan lo!” Ariana mendengus kesal lalu mendorong pelan tubuh Kayla Jangan di tanyakan bagaimana sekarang wajahnya, sudah memerah dan menahan amarah yang sudah di ujung tanduk. “Udah, Kay, gak usah di terusin. aku gak papa kok” ucap Arsha menengahi. “Gak bisa di biarin, nanti dia malah ngelunjak” jawab Kayla sambil menatap datar Ariana “Mending lo pergi deh! nyari ribut mulu di kelas gua.” Ariana menatap tajam Kayla, lalu ia membawa kembali bukunya dan pergi dari kelas “Orang modelan kayak lo itu pantesnya di bar, bukan di sekolah!” Teriak Kayla sambil menatap punggung Ariana Kayla beralih menatap Arsha, “Lo gak papa kan?” Arsha menggeleng sambil tersenyum tipis “Makasih ya, Kay, Na” kedua nya mengangguk sambil tersenyum tipis “Lawan aja, gak usah takut sama si Ariana grandong. tendang kek, pukul, juga gak papa” Arsha terkekeh kecil lalu mengangguk pelan “Dari mana aja lo? kok baru masuk?” tanya Rayna “Telat, terus aku di hukum bersihin perpustakaan” jelas Arsha “Sendirian?” Arsha menggeleng “Terus sama siapa?” “Sama kak Alex, dia juga nolongin aku tadi pagi” Mata keduanya membulat sempurna, lalu mereka saling lempar pandangan. sedetik kemudian mereka menatap Arsha tak percaya “WHATT!??SERIOUSLY!??” ucap kedua nya kompak Arsha mengangguk tanpa ragu, memang begitu kenyataannya. “Beruntung banget lo di hukum ama cogan, gua juga mau kalo gitu mah!!” Kata Kayla sambil membayangkan apa yang Arsha rasakan tadi siang Arsha menoleh, mengernyit tak mengerti. Apa katanya? Beruntung? Beruntung apanya tadi siang aja Alex cuman diam tak bersuara macam patung “Beruntung apanya? capek tau di hukum” ujar Arsha Kayla memutar bola matanya malas, “Lo gak tau? Kak Alex itu cowok populer, sekaligus Ketua geng Levator!!” “Oh” Arsha hanya mengangguk angguk mengerti, padahal ia sama sekali tak tahu “Kok oh doang anjir!??” “Ya, terus aku harus gimana? kayang? Salto?” “Gak gitu juga, heboh kek. apa kek, gitu.” Kayla berdecih pelan, Arsha mulai sedikit menyebalkan Arsha membuang napasnya sejenak, tak ada guna nya juga kan jika ia memang di hukum dengan cowok terpopuler itu? “Kantin aja yok, aku laper nih. aku traktir deh kalian berdua” ajak Arsha mengalihkan topik “Kuy gas ngueng!” mata Kayla langsung berbinar mendengar kata traktir. Tak boleh di tolak! kapan kapan lagi kan “Kay, lo tadi baru ke kantin sama gua yak! masih mau ngantin lo?” Rayna menatap Kayla malas “Kalo Traktir bisa di bicarakan baik baik” Kayla nyengir kuda. Soal isi perut dia pasti akan sigap. apalagi jika traktir, behh keenakan dia. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD