Aku mendorong tubuhnya sekuat tenaga karena aroma minuman keras yang masuk ke pernapasanku membuatku waspada. Kaisar sedang dibawah pengaruh minuman keras dan bisa saja apa yang dilakukannya saat ini tidak disadarinya. Saat aku berusaha melepaskan diri dari pelukannya, dia menarikku kembali dan pelukannya lebih erat dari sebelumnya. "Apa yang akan Yang Mulia lakukan?" tanyaku panik. "Bukankah aku sudah mengatakan padamu jika tidak perlu takut padaku?" tanyanya sambil tangannya mengangkat tubuhku dan membaringkannya di tempat tidur. "Bagaimana saat ini aku tidak takut padamu," ucapku dengan tatapan mata cemas. "Yang Mulia pasti baru saja meneguk minuman keras," kataku lagi. Dia terkekeh sambil membaringkan tubuhnya di sebelahku. "Aku jarang sekali menyentuh minuman seperti itu kalau s

