Telingaku sebenarnya terasa panas mendengar pergunjingan wanita-wanita bangsawan yang tidak sadar akan keberadaanku. Padahal sudah jelas ada dua orang pengawal yang berdiri tak jauh dari tempatku duduk, tapi karena terlalu asyik mengobrol, mereka tidak menyadarinya. Tapi sudahlah, tidak penting aku memikirkan hal yang remeh seperti itu, sedangkan ada hal penting yang terlintas di pikiranku. "Bagaimana Yang Mulia Ratu, apa kau menikmati pesta ini?" Aku menoleh dan mendapatkan sosok yang paling tidak ingin kulihat saat ini menatapku sambil tersenyum. Senyumannya terasa tidak tulus, seolah sedang mengejekku. "Sangat menikmati, Marigold," jawabku. Ah! Aku baru sadar jika seorang penasihat kerajaan juga diundang ke pesta minum teh ini. "Tapi kelihatannya tidak," ucapnya dan membuat keningku

