Selama tujuh malam ini rumah Bu Sandra selalu ramai oleh orang-orang yang ikut melaksanakan pengajian di rumah itu. Sudah seminggu semenjak kematian mamanya, tetapi Aril masih merasa berduka. Setelah tahlilan terakhir tadi, ia pergi ke kolam teras samping dan duduk melamun di kolam berenang. Sekarang Aril benar-benar merasa sendiri, tidak punya keluarga satu pun. Ia merasa hidup sebatang kara, sedangkan kekasihnya sudah pergi ke luar negeri tiga hari yang lalu untuk kuliahnya. Gadis itu sangat sibuk karena saat ini sedang menyusun tesis. Dari dalam rumah Naura menatap Aril sendu. Ia sedih melihat pria itu sepertinya tidak punya semangat lagi untuk menjalani hidup. Sejak kedatangan Valerina, ia dan Aril jarang bicara. Bukannya tidak ada kesempatan, tetapi memang Naura yang selalu mendiam

