Bab 39

1432 Words

Aril menyeruput es cappucino di depannya lalu kembali menatap Naura yang sedang menyajikan pesanan pelanggan restoran. Pria itu tampil santai dengan celana jeans hitam serta kaos putih, tak lupa dengan topi hitam di kepalanya. Ia kini cemas, takut istrinya kelelahan karena bekerja dan calon anaknya sampai kenapa-napa. Tadi pagi Aril sudah menyuruh Naura untuk berhenti bekerja, tetapi wanita itu menolak keras. Aril tak bisa tegas padanya, takut Naura tambah marah. "Berapa lama lagi aku harus berada di sini? Kapan Naura mau pulang sama aku?" guman Aril. Ia juga mencemaskan kantornya, sudah beberapa hari ia tidak datang ke kantor. Selama ia tidak ada, semua pekerjaannya ia serahkan pada Radit. Aril melirik jam di tangan kirinya sudah menunjukkan pukul satu. Tidak terasa sudah satu jam ia du

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD