Naura kini tengah menyajikan sarapan pagi di meja makan. Aril yang sudah duduk di sana, menatap Naura dengan tatapan terlihat kesal. "Selama ini uang saya kamu beliin apa aja?" Naura sedikit terkejut mendengar nada bicara Aril yang terdengar seperti membentak. Sifat lembut Aril selama ini membuat Naura berpikir sifat pemarah pria itu sudah hilang, tetapi ternyata ia salah. "Kebutuhan dapur, listrik, sama air. Saya bersumpah nggak ngambil uangnya, kok. Saya cuma pake dikit aja untuk ongkos taksi. Uangnya masih tersisa banyak, kok. Kalau Mas Aril nggak percaya, sebentar saya ambil uangnya." "Nggak usah," cegah Aril di saat Naura akan berjalan menuju ke kamarnya. "Jadi, selama ini kamu nggak pernah pake uang pemberian saya untuk kebutuhan pribadi kamu?" Naura menggeleng. "Saya bersumpa

