Ⅰ. Apa yang dimaksud dengan “Girl Power”?
“Gril Power” menunjukkan tokoh utama perempuan yang berkarakter dan mandiri. Dalam sinetron, film, cerita, alur cerita dengan tema girl power biasa diiringi dengan pengalaman, perkembangan karakter, dan tekad yang kuat dari sang tokoh utama perempuan.
Dalam penulisan cerita Girl Power, penokohannya harus fokus pada tokoh utama perempuan, bisa dipahami pula dari inti utama certia ini adalah tokoh utama merupakan perempuan, dan penokohan lain yang dibentuk akan berdasarkan hubungan dengan tokoh utama perempuan. Usia tokoh utama perempuan dapat dibuat dengan beragam, bisa anak muda, atau fresh graduate yang baru memasuki dunia kerja, atau CEO perempuan yang menawan dan matang, juga bisa pula single mom yang tangguh. Namun, tak peduli tokoh utama perempuan itu dari tahapan usia mana pun, yang penting pembaca dapat membaca pengalaman pengembangan karakter dan aspek mentalnya dalam cerita tersebut.
II. Apa karakteristik dalam cerita girl power?
1. Narasi ceritanya dimulai dengan pandangan tokoh utama perempuan, dan tokoh tersebut merupakan tokoh utama pertama yang absolut, karakternya tidak akan bergantung pada karakter lain, ia adalah sentral dari alur cerita, dan mempunyai jiwa mandiri yang absolut.
2. Ceritanya mengutamakan pengalaman growing atau perkembangan diri dari tokoh utama perempuan tersebut, ditambahkan dengan karakteristik mental dari aspek perempuan, menceritakan pertumbuhan dan perubahan tokoh utama selama menghadapi masa-masa yang sulit, dan alur utamanya fokus pada pertumbuhan tokoh utama perempuan.
3. Semua prestasi, kehormatan, dan pencapaian lain dari tokoh utama perempuan tersebut berasal dari upaya keras dan bakat dari sang tokoh, yang semua itu tidak akan tergantung pada tokoh lainnya atau bantuan dari tokoh laki-laki.
III. Bagaimana menulis cerita girl power yang menarik?
1. Dari aspek ide pokok
(1) Gabungkan ide pokok (ide sentral) ceritanya dengan keinginan tokoh utama.
Keinginan dan ambisi tokoh utama merupakan kunci yang penting untuk menangkap emosi dan membuat pembaca ikut merasakan, pasti akan ada beberapa pembaca dengan impian sama seperti tokoh utama dalam cerita, maka saat pembaca membayangkan peran tokoh utama tersebut, keberhasilan tokohnya akan beresonansi dengan pembaca. Keinginan yang menjadi ambisi sang tokoh harus baik, bila tidak, maka keinginan serta ambisi tersebut tidak bisa diterima oleh pembaca, dan akan sulit terjadi resonansi dengan pembaca karena pembaca tidak bisa merasakannya. Ada yang ingin sukses dalam profesi, ada yang ingin mendapatkan cinta yang manis, ada pula yang mau menjadi orang yang mandiri. Hal tersebut dapat dijadikan tujuan atau impian sang tokoh, jadi Anda dapat memikirkan apa yang ingin dikejar dan menjadi ambisi tokoh utama perempuan dalam cerita Anda.
(2) Gabungkan ide sentral ceritanya dengan perilaku tokoh utama.
Resistensi plot yang Anda atur akan tergantung pada perilaku tokoh utamanya. Dalam banyak karya, adanya kemauan dan keinginan sangat mudah diwujudkan di awal dan kemudiannya terus menerus berusaha hingga sukses. Kesuksesan tokoh dapat bisa dibanggakan, karena hasilnya didapat dari upaya keras tokoh itu sendiri. Oleh karena itu, dapat diatur konflik plot dari aspek “perilaku tokoh utama-resisten plot”. Akan tetapi, yang harus dijelaskan adalah: Resistensi yang diatur dalam cerita itu bermaksud untuk mencerminkan watak tokoh utamanya, bukan hanya sekedar fokus pada ambisi dan keinginan tokoh saja. Dalam penciptaan cerita girl power, bila watak tokoh utama perempuan yang Anda pilih adalah tegas dan penuh ambisi, Anda harus berpikir dengan cara apa agar bisa menonjolkannya.
2. Gambarkan perwatakan tokoh utama girl power dengan detail dan bermacam.
Dalam sebuah cerita, karakter yang bagus dapat memberikan nilai tambah pada karyanya, dan juga dapat menarik minat pembaca; karakter yang bagus dapat memunculkan beberapa peristiwa yang menarik, dan membuat cerita jadi lebih seru. Karakter yang biasa-biasa saja tidak bisa menarik perhatian pembaca, sedangkan tokoh utama perempuan dalam cerita girl power harus mempunyai daya tarik yang memikat, misalnya mandiri secara mental, penuh tekad kuat terhadap takdirnya, meskipun telah melalui pasang surut dalam kehidupan, mereka tidak menyerah dan akhirnya berhasil meraih kesuksesan yang besar. Pembaca dapat merasakan pertumbuhan spiritual tokoh utama perempuan dalam ceritanya, rasa memiliki kesamaan terhadap sang tokoh akan meningkat, dan akhirnya cerita pun berhasil mencapai resonansi emosi dengan pembacanya.
(1) Dalam cerita girl power, meski tokoh utama perempuan berada di kelas sosial yang rendah, tokoh utama juga mempunyai keberanian dan ketegasan yang kuat untuk mengubah takdirnya.
Dalam cerita girl power, status sosial tokoh utama perempuan dan tokoh utama laki-laki tidak harus sama, tapi secara mental dan ambisi mereka sama. Tokoh utama perempuan mempunyai watak yang mandiri, dapat terlihat dari rasa tanggung jawab dan penuh ketekunan hal ini pula yang harus sama dimiliki oleh tokoh laki-laki. Dalam karya “Jane Eyre” tokoh utama perempuan pernah berkata pada tokoh utama laki-laki: “Apakah dia pikir hanya karena aku orang miskin dengan penampilan biasa saja ini tidak memiliki perasaan? Aku bersumpah: "bila aku diberikan harta dan kecantikan oleh Tuhan, aku akan membuatmu kesulitan untuk meninggalkanku, seperti yang sekarang aku rasakan karena sulitnya meninggalkanmu. Meski Tuhan tidak berikan hal itu padaku, akan tetapi secara mental kita adalah sama, seumpama kita semua nanti akan mati dan akan berdiri di hadapan Tuhan secara sama rata."
(2) Dalam cerita girl power, tokoh utama perempuan harus mempunyai keyakinan dan keinginan kuat, perkembangannya lebih banyak ke menggali potensi diri dan mengejar impian. Tokoh laki-laki bisa memberikan bantuan dalam perkembangan tokoh utama perempuan, tapi tidak membantunya secara langsung, Yang perlu diingat, kesuksesan yang dicapai tokoh utama perempuan berasal dari perkembangan kemampuan dirinya sendiri, berasal dari upayanya terhadap ambisi, dari kemandirianwataknya.
(3) Untuk menunjukkan perkembangan tokoh utama perempuan, plot yang ada cheat codes dari tokoh utama perempuan dapat dikurangi sedikit. Juga tidak perlu menghalangi hasrat dalam diri tokoh perempuan tersebut, penulis tetap bisa memperkaya watak tokoh utama perempuan, seperti egois, dingin, tapi karakternya tetap dapat dipahami dan diterima. Jika dibuat seperti itu,, pembaca akan dapat merasakan hal yang sama setelah memahaminya, bahkan merasakan tokohnya "manis" juga.
3.Gambarkan perwatakan tokoh utama perempuan girl power dengan detail, gabungkan dengan unsur-unsur lain yang sedang hits.
(1) Kembali hidup/ balas dendam: Unsur “kembali hidup”, “balas dendam” relatif termasuk unsur yang sedang hits, dan topik tersebut juga sering ditemukan dalam cerita girl power. Balas dendam dari tokoh utama perempuan seringkali digemari pembaca, dikarenakan dalam cerita semacam ini mengandung konflik dan peristiwa yang kontras dan kuat, setelah mengalami kesulitan, untuk mencapai tujuannya, mengatasi berbagai resistensi, itu akan membuatnya jadi lebih seru dan menarik. Contohnya: Dalam karya Destiny’s Kiss, tokoh utama perempuan ditipu dan dikhianati oleh saudaranya sampai akhirnya mati, dan kembali hidup dengan kebencian, lalu mulai membalas dendam kepada orang-orang yang pernah jahat padanya dengan bantuan dari tokoh utama laki-laki.
(2) Kabur saat sedang hamil/ dari benci ke cinta: Dalam cerita urban modern, sering ditemukan “cinta satu malam” atau kedua tokoh utama tersebut berpisah karena salah paham, kemudian tokoh utama perempuan ditemukan sedang hamil, dan mulai merawat anaknya seorang diri. Dalam cerita semacam ini, tokoh utama perempuan tidak hanya mengasuh anak seorang diri, tapi juga mendapatkan kesuksesan dalam profesi melalui upayanya sendiri. Hal ini menunjukkan keberanian tokoh utama perempuan, dan bisa memberikan resonansi pada pembaca peremupan. Itu adalah poin yang penting untuk cerita girl power. Contohnya: Dalam karya He is Mine, tokoh utama perempuan setelah mabuk menjadi lengah dan terjadilah cinta satu malam, dan mendapatkan kata-kata penghinaan dari tokoh utama laki-laki. Kemudian kelanjutan studi tokoh utama perempuan terpaksa dihentikan dikarenakan ia hamil. Akan tetapi, tokoh utama perempuan menjalankan hidup dengan anaknya dengan upaya sendiri, lalu setelah beberapa tahun kemudian ia bertemu lagi dengan tokoh utama laki-laki. Tapi tokoh utama perempuan tidak lantas menyerah begitu saja akibat penghinaan laki-laki itu, melainkan tetap bekerja keras dan berjuang untuk memembesarkan anaknya.
(3) Kawin kontrak/Perjodohan: Kita sering menemukan unsur “kawin kontrak” atau “perjodohan” dalam cerita urban romantis atau manusia serigala, misalnya sebelum menikah kedua tokoh utama tersebut tidak terlalu kenal, hanya dijodohkan karena semacam kontrak atau dijodohkan orangtua, tapi lama-kelaman, ketekunan, keberanian dan upaya pantang menyerah dari tokoh utama perempuan memikat tokoh utama laki-laki, hingga timbul rasa cinta setelah menikah. Contohnya: Dalam karya Lelah, tokoh utama perempuan dipaksa untuk menikah dengan seorang CEO yang berhati dingin, cuek dan menganggap remeh tokoh perempuan itu. Akan tetapi, meski begitu, tokoh utama perempuan tetap mempertahankan cintanya, meski tokoh utama laki-laki sudah berkali-kali membuat pengkhianatan pada tokoh utama perempuan akibat mantan kekasihnya. Kemudian kebohongan mantanya terungkap, tokoh utama laki-laki ingin mengejar kembali tokoh utama perempuan, tapi pada akhirnya tokoh utama perempuan telah bersama orang yang tepat dan hidup bahagia.
(4) Ditolak, serangan balik: Mengalami "penolakan" biasanya merupakan peristiwa yang sering digunakan untuk merangsang perkembangan tokoh utama perempuan, tidak hanya adalah peristiwa itu bisa jadi konflik perasaan dalam plot, juga adalah kesulitan dalam plot cinta. Dalam cerita girl power, tokoh utama perempuan tidak akan putus asa setelah ditolak, malah mulai memilih kehidupan yang baru. Disini dapat digabungkan dengan unsur "itik buruk rupa akhirnya berubah menjadi seekor angsa, “rahasia identifiasi” dalam ceritanya untuk menonjolkan perubahan tokoh utama perempuan. Kemudian digabungkan dengan unsur "dari benci ke cinta" atau "pasangan baru", untuk mewujudkan serangan balik dari "status sosial rendah" ke " status yang tinggi". Contohnya, dalam cerita versi bahasa Inggris Prince Reagan, tokoh utama perempuan mulai mengalami perubahan setelah cintanya ditolak oleh mantannya dan akhirnya dari "itik buruk rupa" berubah menjadi "angsa yang cantik” dan bertemu dengan Pangeran Alfa, dan menjadi istri pangeran.