Pernikahan Farel

1014 Words

Bianca tersenyum penuh makna mendengar harapan sederhana Haikal. Sebuah harapan yang membuatnya merasa sebagai perempuan yang paling beruntung di dunia. Tidak menyangka Haikal tumbuh dewasa dan semakin matang dalam menghadapi berbagai persoalan. Bianca amati Haikal yang beranjak ke luar dari mobil dan memutar tubuhnya menuju pintu mobil yang ada di sisinya. Fisik Haikal semakin lama semakin persis mendiang suaminya, tapi dengan sikap dan sifat yang sama sekali berbeda. Haikal jauh lebih tegas dan tidak mudah percaya dengan omongan orang lain. Namun ada satu kesamaan Haikal dengan mendiang papanya, yaitu bekerja keras dan pantang menyerah. “Sebelum kamu menikah … kita nyekar ke kuburan Papa yuk, Kal,” ajak Bianca saat sudah berjalan menuju dalam gedung. Haikal tersenyum hangat. Dia geng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD