Raymond menyambut kehadiran Carla di ruang kantornya dengan senyum hangatnya. Dia bahkan berdiri dari duduknya menghampiri Carla yang masih berdiri di dekat pintu lalu membimbingnya duduk di sofa ruang kerja. Raymond sedikit menyentuh bahu Carla. Sikap Raymond yang cukup berlebihan ini membuat Carla menjadi sedikit kikuk bercampur bahagia. Baru kali ini dia merasakan kebahagiaan berdekatan dengan seorang pria yang benar-benar dia suka dan kagumi. Lagi-lagi, dia puas-puaskan menghirup parfum khas dari tubuh Raymond. Parfum yang membuat pikirannya terlena dan melayang-layang. Lalu keduanya duduk berhadap-hadapan dan saling lempar pandang. Raymond yang tersenyum puas dan Carla yang tersenyum segan dengan wajah sedikit tertunduk. “Kita tunggu kabar dari Pak Rahmad,” Raymond sejenak melirik

