Bianca tertawa kecil. Sejak mengetahui kehamilannya, hampir setiap hari Anita menghubunginya dan tidak bosan mengingatkannya untuk mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran sehat, agar anak yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan. Terlepas mitos atau tidak, Bianca mau saja menuruti anjuran Mami mertuanya itu. Karena dia juga merasakan tubuhnya yang semakin segar meski berbadan dua. "Emang kamu nggak penasaran?" "Ya penasaran juga, Sayang." Bianca perlahan beranjak dari rebahnya. Raymond membantunya. "Aku bersih-bersih dulu," ujar Bianca dengan senyum manisnya. "Jangan terlalu lama." Baru saja terdengar pintu kamar mandi ditutup Bianca, ponsel Raymond berbunyi nyaring. "Ya, Mi?" "Udah siap? Kan janji jam empat," "Bianca baru bangun. Tadi tidurnya kelamaan," "Ok. Mami tunggu ya. Mam

