Haikal raih lengan Raymond dan mengarahkannya ke luar gedung acara. Sementara Irfan dan Abi langsung membantu panitia acara membereskan barang-barang yang berserakan di seputar area bekas perkelahian antara Raymond dan Naresh. “Kenapa lu diam?” tanya Raymond menggeram. Dia tepis tangan Haikal yang merangkulnya. Haikal berusaha tenang dengan sikap gusar Raymond. Dia tetap berjalan menemani Raymond menuju mobilnya. Raymond buka pintu mobilnya dengan kasar. “Kenapa lu nggak ngomong kalo Mama lu udah punya. Kenapa lu diam aja setiap gue nanya Mama lu? Apa maksud lu?” tanya Raymond yang berdiri di balik pintu mobilnya yang terbuka. Dia masih dikuasai amarah membara. Haikal terdiam. Dia memang diam dan selalu mengalihkan pembicaraan di setiap saat Raymond menanyakan tentang kabar mamanya.

