Wajah Raymond berubah cemas bercampur kaget saat Papa Crystal mengucapkan selamat atas kehamilan istrinya. "I -- I ya, Iya. Terima kasih," balas Raymond gugup. Dia lirik-lirik Bianca yang hanya tersenyum tipis. Sikap gugup Raymond ini sempat membuat papamama Crystal terheran-heran. Apalagi wajah Raymond memucat disertai tangannya yang terlihat gemetar. "Macet, Pak Raymond?" tanya Farid, Papa Crystal, yang tampaknya memahami ada yang tengah Raymond pikirkan mengenai kehamilan istrinya. Dia juga sempat pula melirik Bianca yang diam dengan wajah cemberut sinis. Sepertinya mereka sedang tidak baik-baik saja. Raymond tertawa kecil. Lalu mengangguk lemah. "Duduk dulu," ajak Naresh. Dia juga berpikiran sama dengan kakaknya, Farid. "Iya nih. Kan baru nyampe ya. Tuh masih ngos-ngosan," sela

