"Lho. Kamu janji ajak main Farin tadi. Nanti dia nanya-nanya lagi.” Farin adalah nama kecil Sefarina. "Kamu bilang, Papi lembur." Bianca tertawa renyah, lalu mengangguk. Padahal sebenarnya dia bingung bagaimana menjelaskannya. "Atau kamu datang ke kantor sama Farin sore ini. Kita habiskan waktu di kantor sampai waktunya pulang," ujar Raymond. Dia jadi tidak tega membayangkan Sefarina yang akan kebingungan mencarinya. Bianca menghela napas panjang. Tidak seperti saat hamil Sefarina di mana dia sangat rajin mengunjungi kantor suaminya dan menghabiskan waktu di sana. Pada kehamilannya yang kedua ini, Bianca malas dan sangat enggan ke kantor Raymond. Jikapun ke sana, hanya beberapa saat, lalu pulang. "Ayolah, Sayang. Hmmm," bujuk Raymond sambil memberikan kecupan dalam di pipi gembul Bia

