“Anak anak sekolah akan mengadakan karya wisata ke pemandian air ke cipanas,
Siap yang mau mendaftar langsung
Sama ibuk ya, biyaya nya murah
Cuma 80 ribu. Bilang kepa orang tua masing-
Masing ya”. Ucap Bu guru
“ i..yaa buuu” jawab semua murid.
Teng… teng… teng.. bunyi lonceng pertanda
Waktu pulang sekolah telah tiba.
“Siapa yang bisa jawab pertanyaan ibu boleh pulang pertama”. Tantang buk guru kepada
Muridnya.
“ dimanakan letak pemandian air cipanas?”
Tanya bu guru.
“ jawa barat bu” jawab tiara.
“Benar tapi kurang tepat, ada yang bisa jawab?”.
“ garut bu” jawab sugi.
“ benar sekali sugi”. Jawab bu guru.
Anak anak langsung berhamburan pulang sekolah
Siang hari yang masih berkabut dengan cuaca dinginya suasana desa di gunung lawu.
Sugi bergegas meninggalkan sekolah, tetapi
Dia tidak pulang, ia pergi ke pohon bambu
Yang kemarin dia melihat keanehan di situ,
Dia ingin memastikan apakah masih ada
Pohon yang menyala itu, pikirnya.
Setelah dia mengambil sebuah parang dan di
Masukkan ke dalam tasnya, ia pun bergegas menuju pohon bambu.
Semilir angin dan siara derik pohon bambu,
Yang di terpa angin membuat suasana jauh
Lebih mencekam.
Sugi memperhatikan bambu yang menyala kemarin di mana yaa letak nya pikir nya,
Sambil memperhatikan tiap ruas pohon bambu
Seingat nya ada di tengah.
Tetapi tidak ada bambu yang menyala
Yang terlihat biasa saja. Yang mana yaa
Kayak nya ada di antara ruas batang yang itu
Gumam sugi.
Ia lalu mengeluarkan barang dalam tas dan
Mengeluarkan parang yang sudah di
Bawanya dari rumah, dengan penuh
Hati hati dia masuk ke dalam pohon
Bambu melalui celah sempit batang lainnya.
Dipegang nya batang bambu yang di perkirakan
Kemarin, dengan celah yang sembit
Iya berusaha menebang nya.
Kreaakk… buakk..
satu batang tumbang, di tarik nya batang
Tersebut keluar dari rumpunan. Diperhatikan
Nya tidak ada apa apa di dalam batang
Ini gumamnya.
Lalu ia menebang lagi sampai 3 batang
Yang sudah ia tebang yang sudah ia perkirakan
Diantara batang itulah ia melihat bara yang
Menyala, tetapi yang ia lihat hanya bambu yang biasa.
“ sudah capek capek, ternyata tidak ada
Apa apa” gumamnya
Mau buat apa ini sudah di tebang guman nya,
Lalu sugi pun memotong ruas bambu tersebut
Menjadi kecil kecil. Menjadi satu meter
Agar dia bisa membawa nya pulang,
Intuk di jadikan kayu bakar atau kadang ayam
Nantinya.
Di bambu yang terakhir dia potong terdengar suara dari bambu itu, seperti ada kelereng
Dalam bambu tersebut, sugi langsung
Mengocok bambu tersebut dan bener saja
Ada isinya.
Di belahnya bambu olehnya terlihat 3 batu
Kecil seukuran gundu. Yang berwarna masing
Masing merah hijau dan hitam.
Di pegang lah batu itu oleh sugi, batu apa ini
Pikir nya, bagus sih pikirnya, kok ada
Di dalam mabu siapa yang sudah
Memasukkannya?.
Si bersihkan dan di amati batu tersebut,
Keras gak sih kalau batu ini di gigitnya
Baru berwarna hitam.
Tiba tiba..
WUUZZZZ…
Muncul makhluk tinggi besar dengan
Berbulu hitam menutupi seluruh
Tubuh dan wajahnya, matanya
Merah menyala.
Sugi yang ketakutan tidak dapat bergerak sama sekali perasaan takut yang membuat seluruh
Indranya bagaikan tersengat listrik
Kaku tak bergerak.
Makhluk itu mendekap sugi lalu berkata
“ kemana tuan”
Sugi dengan terbata menjawab.
“Gaa..gaa rut” jawab sugi.
Entah kenapa dia menjawab garut,
Mungkin ia teringat pertanyaan gurunya
Sebelum pulang sekolah tadi.
Lalu tiba tiba seperti roket, sugi melesat
Jantungnya serasa mau lepas, ia menutup
Matanya, rambut nya seperti di hantam
Angin tornado.
Perlahan dia memberanikan diri membuka
mata dan dia melihat awan dan banggunan
Kecil yang ternyata rumah.
“Terbang… ini terbang..” pikir sugi,”
“Tolongggg.. tolongg” sugi berteriak ketakutan,
Turunin saya tolongg… teriak sugi sambil
Menangis sangat kuat sambil memegenggam
Makhluk yang membawa nya tadi.
Dan tiba tiba..
BRUKKK..
Sugi jatuh tekapar di sebuah hutan,
yang Sama sekali tidak ia kenal.
Ia bangun Sambil memegang dahan pohon, melihat Sekitar nya dengan
kepala yang terasa sangat pusing.
Ia memperhatikan sekitar nya . Dimana ini?
Dimana makhluk tadi? Pikirnya, sugi
Mulai gelisah dia ada dimana, tidak
Ada seorang pun disini, dimana ini apa
Aku di bawa ke alam gaib oleh makhluk
Itu? Pikirnya…
Ia berjalan menyusuri hutan tersebut sugi memperhatikan sekitar nya ini gunung pikirnya,
Ia tahu dengan pasti sebab ia tinggal di lereng.
Tapi ini bukan tempat tinggalnyaa…
Mendung sore mulai menyingsing sugi yang
Melihat langit mulai ketakutan udah sore,
Bentar lagi malam pikir nya, dimana ini
Tiba tiba air matanya bercucuran dia menangis
Memanggil nama utinya.
“Utii huhuhu.. uti..” sugi menangis
Ketakutan.
_______________
“Ayo cepat oyy udah mau hujan jangan patah
Semangat” teriak pemuda dari kejauhan. Yang
Membuyarkan tangisan sugi, ada orang pikir nya,
Sugi langsung mengusap air matanya
Dan berusaha menuju sumber suara yang
Di dengar nya tadi.
“ ommm tolong saya” teriak sugi.
Diantara rombongan tersebut, melihat
Sugi mereka pada kaget, diketahuii merka
Adalah pendaki, ada yang nggak percaya,
Ada yang mau kabur.
Kenapa ada anak dengan seragam SD ada di puncak gunung seperti ini guman salah satu
Rombongan.
Mereka pada takut ada yang baca ayat kursi,
Dan ada yang baca doa makan.
“Omm jangan larii tolongin saya” teriak sugi.
“ kamu orang kan?” Teriak salah satu rombongan.
“ iyaa om saya orang” jawab sugi.
Mereka pun menghampiri sugi dan
Bertannya, “ kamu kok ada di sini ngapain?
Bolos sekolah ndaki gunung?” Tanya seorang
Dari mereka.
“ gak om saya tersesat tadi tebang bambu tapi
Semua berubah semua hutannya” jawab sugi.
“Saya mu pulang tapi jalanya kok beda
Semua, saya bingung om”.
Para mendaki saling pandang.
“ emang rumah kamu dimana?”
Tanya seorang wanita rombongan
Pendaki.
“ di desa di lereng mbak”.
“ nama desanya apa?” Tanya lagi wanita itu
“ desa gondosuli mbak”. Jawab sugi.
Wanita itu hanya mengaruk kepala sambil mengingat sesuatu kayaknya gak ada thu nama
Desa gondosuli disini. Batinnya merasakan ada
Yang aneh.
Gimana ini bro anak ini tersesat hari udah mau
Gelap, kalau kita turun nggak mungkin. Seru salah satu rombongan.
“ dek gimana kalau kamu nginep sama mbak
Dulu beson baru turun ke desa, ini udah
Mau maghrib mau hujan”.
Kata pendaki seorang wanita.
“ iya kak yang penting saya bisa pulang
Saya juga takut kalau sendiri di sini”.
Jawab sugi.
Mereka pun melanjutkan perjalanan dan
Mendirikan tenda ditanah yang datar…
Sugi hanya melamun sambil memeganv pop
Mie yang dia sapat dari para pendaki yang
Menolong nya.
Para pendaki mulai bercanda di depan api
Unggun dan berusaha menghibur sugi supaya
Tidak takut dan cemas.
“Dik nama kamu siapa?”. Tanya pendaki.
“Sugi om”
“ kelas berapa dik?” Tanya nya lagi.
“ kelas 6 om”
“ kok bisa kamu tersesat tapi katanya rumah kamu di lereng?” Tanya seorang pendaki lainnya.
“ saya juga tidak tau om ini bukan seperti tepat
Tinggal saya ini seperti berbeda om.” Ujar sugi.
“ emang lereng tempat kamu tinggal seperti apa?”
Tanya mbak mbak pendaki.
“ lereng gunung lawu mbak”
Setentak para pendaki semuanya berdiri
ALLLAHUAKBARR.. lailahailaulah…
Para pendaki wanita pada menangis, sementara
Para laki laki tidak percaya dengan omongan sugi.
“ dik kamu tau ini dimana” tanya pendaki laki laki.
Sugi mengeleng tanda dia tidak paham.
“ ini gunung cikuray, ini di di garut dik jawa barat.”
Sugi pun bengong meratapi nasibnya….
Gimana caranya dia pulang.