Bertemu pendaki

1234 Words
“Anak anak sekolah akan mengadakan karya wisata ke pemandian air ke cipanas, Siap yang mau mendaftar langsung Sama ibuk ya, biyaya nya murah Cuma 80 ribu. Bilang kepa orang tua masing- Masing ya”. Ucap Bu guru “ i..yaa buuu” jawab semua murid. Teng… teng… teng.. bunyi lonceng pertanda Waktu pulang sekolah telah tiba. “Siapa yang bisa jawab pertanyaan ibu boleh pulang pertama”. Tantang buk guru kepada Muridnya. “ dimanakan letak pemandian air cipanas?” Tanya bu guru. “ jawa barat bu” jawab tiara. “Benar tapi kurang tepat, ada yang bisa jawab?”. “ garut bu” jawab sugi. “ benar sekali sugi”. Jawab bu guru. Anak anak langsung berhamburan pulang sekolah Siang hari yang masih berkabut dengan cuaca dinginya suasana desa di gunung lawu. Sugi bergegas meninggalkan sekolah, tetapi Dia tidak pulang, ia pergi ke pohon bambu Yang kemarin dia melihat keanehan di situ, Dia ingin memastikan apakah masih ada Pohon yang menyala itu, pikirnya. Setelah dia mengambil sebuah parang dan di Masukkan ke dalam tasnya, ia pun bergegas menuju pohon bambu. Semilir angin dan siara derik pohon bambu, Yang di terpa angin membuat suasana jauh Lebih mencekam. Sugi memperhatikan bambu yang menyala kemarin di mana yaa letak nya pikir nya, Sambil memperhatikan tiap ruas pohon bambu Seingat nya ada di tengah. Tetapi tidak ada bambu yang menyala Yang terlihat biasa saja. Yang mana yaa Kayak nya ada di antara ruas batang yang itu Gumam sugi. Ia lalu mengeluarkan barang dalam tas dan Mengeluarkan parang yang sudah di Bawanya dari rumah, dengan penuh Hati hati dia masuk ke dalam pohon Bambu melalui celah sempit batang lainnya. Dipegang nya batang bambu yang di perkirakan Kemarin, dengan celah yang sembit Iya berusaha menebang nya. Kreaakk… buakk.. satu batang tumbang, di tarik nya batang Tersebut keluar dari rumpunan. Diperhatikan Nya tidak ada apa apa di dalam batang Ini gumamnya. Lalu ia menebang lagi sampai 3 batang Yang sudah ia tebang yang sudah ia perkirakan Diantara batang itulah ia melihat bara yang Menyala, tetapi yang ia lihat hanya bambu yang biasa. “ sudah capek capek, ternyata tidak ada Apa apa” gumamnya Mau buat apa ini sudah di tebang guman nya, Lalu sugi pun memotong ruas bambu tersebut Menjadi kecil kecil. Menjadi satu meter Agar dia bisa membawa nya pulang, Intuk di jadikan kayu bakar atau kadang ayam Nantinya. Di bambu yang terakhir dia potong terdengar suara dari bambu itu, seperti ada kelereng Dalam bambu tersebut, sugi langsung Mengocok bambu tersebut dan bener saja Ada isinya. Di belahnya bambu olehnya terlihat 3 batu Kecil seukuran gundu. Yang berwarna masing Masing merah hijau dan hitam. Di pegang lah batu itu oleh sugi, batu apa ini Pikir nya, bagus sih pikirnya, kok ada Di dalam mabu siapa yang sudah Memasukkannya?. Si bersihkan dan di amati batu tersebut, Keras gak sih kalau batu ini di gigitnya Baru berwarna hitam. Tiba tiba.. WUUZZZZ… Muncul makhluk tinggi besar dengan Berbulu hitam menutupi seluruh Tubuh dan wajahnya, matanya Merah menyala. Sugi yang ketakutan tidak dapat bergerak sama sekali perasaan takut yang membuat seluruh Indranya bagaikan tersengat listrik Kaku tak bergerak. Makhluk itu mendekap sugi lalu berkata “ kemana tuan” Sugi dengan terbata menjawab. “Gaa..gaa rut” jawab sugi. Entah kenapa dia menjawab garut, Mungkin ia teringat pertanyaan gurunya Sebelum pulang sekolah tadi. Lalu tiba tiba seperti roket, sugi melesat Jantungnya serasa mau lepas, ia menutup Matanya, rambut nya seperti di hantam Angin tornado. Perlahan dia memberanikan diri membuka mata dan dia melihat awan dan banggunan Kecil yang ternyata rumah. “Terbang… ini terbang..” pikir sugi,” “Tolongggg.. tolongg” sugi berteriak ketakutan, Turunin saya tolongg… teriak sugi sambil Menangis sangat kuat sambil memegenggam Makhluk yang membawa nya tadi. Dan tiba tiba.. BRUKKK.. Sugi jatuh tekapar di sebuah hutan, yang Sama sekali tidak ia kenal. Ia bangun Sambil memegang dahan pohon, melihat Sekitar nya dengan kepala yang terasa sangat pusing. Ia memperhatikan sekitar nya . Dimana ini? Dimana makhluk tadi? Pikirnya, sugi Mulai gelisah dia ada dimana, tidak Ada seorang pun disini, dimana ini apa Aku di bawa ke alam gaib oleh makhluk Itu? Pikirnya… Ia berjalan menyusuri hutan tersebut sugi memperhatikan sekitar nya ini gunung pikirnya, Ia tahu dengan pasti sebab ia tinggal di lereng. Tapi ini bukan tempat tinggalnyaa… Mendung sore mulai menyingsing sugi yang Melihat langit mulai ketakutan udah sore, Bentar lagi malam pikir nya, dimana ini Tiba tiba air matanya bercucuran dia menangis Memanggil nama utinya. “Utii huhuhu.. uti..” sugi menangis Ketakutan. _______________ “Ayo cepat oyy udah mau hujan jangan patah Semangat” teriak pemuda dari kejauhan. Yang Membuyarkan tangisan sugi, ada orang pikir nya, Sugi langsung mengusap air matanya Dan berusaha menuju sumber suara yang Di dengar nya tadi. “ ommm tolong saya” teriak sugi. Diantara rombongan tersebut, melihat Sugi mereka pada kaget, diketahuii merka Adalah pendaki, ada yang nggak percaya, Ada yang mau kabur. Kenapa ada anak dengan seragam SD ada di puncak gunung seperti ini guman salah satu Rombongan. Mereka pada takut ada yang baca ayat kursi, Dan ada yang baca doa makan. “Omm jangan larii tolongin saya” teriak sugi. “ kamu orang kan?” Teriak salah satu rombongan. “ iyaa om saya orang” jawab sugi. Mereka pun menghampiri sugi dan Bertannya, “ kamu kok ada di sini ngapain? Bolos sekolah ndaki gunung?” Tanya seorang Dari mereka. “ gak om saya tersesat tadi tebang bambu tapi Semua berubah semua hutannya” jawab sugi. “Saya mu pulang tapi jalanya kok beda Semua, saya bingung om”. Para mendaki saling pandang. “ emang rumah kamu dimana?” Tanya seorang wanita rombongan Pendaki. “ di desa di lereng mbak”. “ nama desanya apa?” Tanya lagi wanita itu “ desa gondosuli mbak”. Jawab sugi. Wanita itu hanya mengaruk kepala sambil mengingat sesuatu kayaknya gak ada thu nama Desa gondosuli disini. Batinnya merasakan ada Yang aneh. Gimana ini bro anak ini tersesat hari udah mau Gelap, kalau kita turun nggak mungkin. Seru salah satu rombongan. “ dek gimana kalau kamu nginep sama mbak Dulu beson baru turun ke desa, ini udah Mau maghrib mau hujan”. Kata pendaki seorang wanita. “ iya kak yang penting saya bisa pulang Saya juga takut kalau sendiri di sini”. Jawab sugi. Mereka pun melanjutkan perjalanan dan Mendirikan tenda ditanah yang datar… Sugi hanya melamun sambil memeganv pop Mie yang dia sapat dari para pendaki yang Menolong nya. Para pendaki mulai bercanda di depan api Unggun dan berusaha menghibur sugi supaya Tidak takut dan cemas. “Dik nama kamu siapa?”. Tanya pendaki. “Sugi om” “ kelas berapa dik?” Tanya nya lagi. “ kelas 6 om” “ kok bisa kamu tersesat tapi katanya rumah kamu di lereng?” Tanya seorang pendaki lainnya. “ saya juga tidak tau om ini bukan seperti tepat Tinggal saya ini seperti berbeda om.” Ujar sugi. “ emang lereng tempat kamu tinggal seperti apa?” Tanya mbak mbak pendaki. “ lereng gunung lawu mbak” Setentak para pendaki semuanya berdiri ALLLAHUAKBARR.. lailahailaulah… Para pendaki wanita pada menangis, sementara Para laki laki tidak percaya dengan omongan sugi. “ dik kamu tau ini dimana” tanya pendaki laki laki. Sugi mengeleng tanda dia tidak paham. “ ini gunung cikuray, ini di di garut dik jawa barat.” Sugi pun bengong meratapi nasibnya…. Gimana caranya dia pulang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD