Raisa mengecek jarum jam sebentar lagi bel masuk, dia harus segera bergegas. Bunda memanggilnya untuk turun ke bawah lantas Raisa mengambil tas dan tidak lupa memakai kacamata selagi berpikir alasan masuk akal tentunya agar Bunda percaya kalau dia baik-baik saja. "Bun, mata Raisa lelah semalaman membaca untuk belajar try out hari ini," gumam Raisa sambil menuruni anak tangga, dia tidak pandai berbohong apalagi kepada perempuan yang begiu dia sayangi tapi keadaan memaksanya. "Eh, At-ha?" Raisa heran dengan kehadiran ketos di rumahnya di pagi hari. Tapi sesaat kemudian Raisa berdecak gembira karena Atha telah menyelamatkannya. "Bun, Raisa pergi dulu ya, Atha udah lama nunggunya. Wassalammualaykum." Raisa mengecup kedua pipi bunda dan menyalaminya kemudian menarik Atha segera keluar dari

