"Gue mau keluar, bentar lagi istirahat, kan?" Thalia dan Dira berdecak. "Oh ya, terima kasih buat saran kalian," lanjut Raisa tanpa memberi jeda bagi keduanya. "Gue juga punya saran buat kalian. Pertama, jangan ikut campur urusan orang lain. Kedua dan ketiga, ingat yang pertama. Permisi." Raisa mengempaskan tangan keduanya yang memegang pundak secara menghentak lantas segera keluar dari WC menghiraukan teriakan kekesalan keduanya. Raisa memasuki ruang Bu Alisa dengan wajah kecut. Dia tidak sadar diamati oleh Atha. "Ada masalah?" Buka Atha mengalihkan perhatian Raisa. "Laper?" tanya Atha memastikan meskipun dia menebak pasti ada sesuatu yang lain. "Mau ke kantin, ini bentar lagi udah bel juga, paling nanti sampai ke kantin, yang lain juga udah keluar. Bu Alisa tadi bilang kita isti

