BAB 23

1064 Words

Saat aku hendak melangkahkan kaki, seulur tangan mengengam lengan kananku. "Pakai ini!" Aku tersenyum senang ketika Karen ternyata kembali untuk menyerahkan sandalnya untukku. Meski kebesaran tapi aku tetap memakainya. Karen berjalan t*******g, menuntunku untuk ke payung mereka. "Angel, lo bisa obatin dia, kan?" Angel mengangguk, berjongkok di depanku. Tangannya terampil mengobati luka kecil di lutut dengan menetesi betadin. Karen masih sama, dia takut pada darah. Ketiga teman lelakinya memilih memerhatikan saja. "Kita ketemu lagi. Gue Angel." Dia mengulurkan tangannya, aku segera membalas. "Raisa." "Sudah selesai." "Terima kasih." Angel mengangguk, duduk di kursi dekat Karen. Mereka tampak serasi sekali. Angel memegang tangan Karen. "Kaki lo juga berdarah, gue obatin, ya?" Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD