Sore ini, Yosi di gemparkan karena telepon Mota, yang mengatakan seseorang pernah melihat Jasmine.“Kita ketemu di sana ya, Ta.” “Iya, Tante.” “Kamu sama siapa?” “Sama Kak Frans, Kak Ari, Dian juga ikut, Tan.” “Oke, Ta. Hati-hati ya.” “Tante juga.” Setelah memutus sambungan telepon. Yosi memberi kabar pada Frans melalui chat. Tidak ada balasan, tapi setidaknya Yosi telah memberitahu Frans. Yosi memukul setir kuat, karena terjebak di kemacetan yang cukup panjang. Sudah tiga puluh menit, namun mobilnya tak kunjung jalan. "Kenapa harus macet sih?!" Benda pipih milik Yosi kembali berbunyi menampilkan nama Mota di sana. Tangan kiri Yosi dengan sigap mengangkat telepon Mota. "Halo, Ta." "Tante, maafin Mota." "Bukan Jasmine ya?" "Belum pasti, Tante. Bapak yang telepon cuma lihat Jasmi

