Nama seseorang yang tampak pada layar ponselnya membuat Ari menaikkan alisnya bingung. "Ada apa ya?" gumam Ari masih enggan mengangkat teleponnya yang sejak tadi berdering. Dering ketiga kali, Ari memutuskan mengangkat teleponnya, sedikit berdehem menetralkan suaranya agar terdengar tidak canggung. "Selamat sore," ucap Ari mengawali telepon. "Ari ... apa kamu ada waktu sekarang? Saya ingin berbicara dengan kamu mengenai sesuatu." "Tentu, dimana Saya bisa menemui Anda?" "Datanglah ke rumah, Saya." "Baiklah." Setelah mengatakan itu Ari memutuskan sambungan teleponnya-melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya untuk membelah jalanan Jakarta yang sudah mulai macet di penuhi dengan orang-orang yang baru pulang bekerja dan segala jenis kendaraan. Setengah Jam

