Kiara tak langsung menjawab, gadis cantik itu masih sibuk mengatur napas, dan debar jantung yang kacau bukan main. Kiara membuaka mulutnya untuk mengambil napas, dan hal itu membuat Alan tak dapat menahan diri untuk tidak menicium gadis itu lagi. Lelaki itu menyesap belah bibir Kiara dengan ganas, mengigitnya pelan sebelum kembali menjauh dan menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher Kiara untuk kesekian kalinya. Melihat wajah Kiara yang begitu pasrah itu membuat Alan tak mampu menahan diri. “Gue anter ke kosan Caca,” putus Alan berbisik di telinga Kiara. Lelaki itu enggan menatap wajah Kiara. “Caca pasti pulang besok pagi Al,” lirih Kiara sembari mengatur napasnya. Alan mengecup leher Kiara ringan, “Gue antar ke hotel,” bisiknya lalu beringsut menegakkan tubuhnya. Melepas jaketnya d

