Chapter 19

1292 Words

Setelah mereka melalui dau jam di jalan, akhirnya keenam orang itu sampai di pantai Sendiki. Alan dengan cepat turun dan melayangkan tatapan maut kearah Adam dan Aliana, seperti biasa. Sedangkan dua orang yang dipelototi itu hanya bersikap santai karena sudah hapal betul peringai calon kakak ipar Adam itu.             “Kakakmu keseringan melotot sampai nggak serem lagi sayang,” bisik Adam pada Alan yang terkekeh kecil.             “Kamu usaha dong… dari tadi nggak ada usahanya! Gimana mau ngambil hati kakak kalau kamunya gitu.” Aliana mengangkat wajahnya, menyuruh Adam untuk mengambil hati kakaknya.             “Akukan udah punya hati kamu, ngapain ngambil hati kakakmu, hombreng dong…” canda Adam yang dibalas cubitan sayang di perutnya.             “Ngeselin! Pantes aja kakak nggak suk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD