Chapter 22

1654 Words

Alan sampai di kontrakannya dengan hati yang sangat kacau. Entah sudah berapa kali lelaki itu menghembuskan napas berat seolah-olah semua beban dunia berada di pundaknya. Lelaki itu urung membuka pintu saat tersadar bahwa di tempat duduk teras, ada Aliana yang menatapnya dengan cemberut.             Alan tersenyum pahit, lelaki itu lalu mengedarkan pandangannya dan mengernyit saat tidak menemukan Adam disana. Hatinya sudah kacau dan sepertinya si kecil ini berniat membuat dirinya semakin kacau. Melihat scopy pink itu seakan menegaskan bahwa Aliana datang seorang diri ke kontrakannya, dan Alan tidak suka itu.             “Pengen bikin gue marah?” tanyanya dengan dingin. Situasinya saat ini sungguh tidak memungkinkan bagi lelaki itu untuk menghadapi adik kecilnya. Namun seketika emosinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD