Anna menoleh saat mendengar pintu dibuka dan menunjukkan sosok tinggi Jullian. Ia memang masuk ke kamar lebih dulu setelah mereka semua menyantap ramen sebagai makan malam. Ia mendorong tubuhnya lebih minggir saat melihat Jullian mendekati ranjang. “Kita tidak punya pilihan lain selain tidur seranjang bukan? Kecuali kau mau berbesar hati mengalah untuk tidur di ruang tamu” Dahi Anna berkerut. Tentu saja tidak akan. Ia tidak mau menggigil karena tidur di sofa dalam cuaca seperti ini. Jullian menjatuhkan diri di kasur. Tepat di sebelah Anna. Wanita itu berusaha tidak terpengaruh dan tetap fokus pada buku yang sedang dibacanya. Anna baru tidur saat memastikan Jullian sudah pulas. Ia mematikan lampu lalu menyembunyikan diri di balik selimut. Membelakangi Jullian. Anna menggeliat saat meras

